Sosialisasi Program, BKKBN Sumbar Gelar Festival Kesenian Daerah

Festival Kesenian Tradisional Minangkabau yang diadakan oleh BKKBN Perwakilan sumatera Barat di Bukitinggi, Sabtu-Minggu (15-16 April 3017). (Foto : Humas)

PadangKita – Dalam rangka sosialisasi dan promosi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Nasional (KKBK), BKKBN Perwakilan Sumbar menggelar festival kesenian tradisional Minangkabau tingkat Provinsi Sumbar di Kota Bukitinggi. Acara tersebut diselenggarakan di kawasan Jam Gadang, Sabtu-Minggu, 15-16 April 2017.

Kepala BKKBN Perwakilan Sumatera Barat, Syahrudin mengatakan kegiatan festival seni ini sebagai media sosialisasi program kerja badan kependudukan. Menurutnya dengan kegiatan ini seluruh program dan visi misi dari BKKBN bisa disampaikan kepada masyarakat dengan mudah dan gampang dipahami.

“Tujuan dari pelaksanaan festival ini agar masyarakat lebih mudah memahami pelaksanaan program kependudukan itu sendiri,”katanya, Jumat (15/04/2017).

Menurutnya seni dan budaya merupakan media sosialisai efektif dan mudah diterima oleh masyarakat. sehingga bisa membantu mengatasi permasalahan melemahnya program KKBK dalam beberapa dekade ini.

Selain itu menurutnya, para penggiat seni dan budaya merupakan kelompok yang paling dekat dengan masyarakat. Sehingga capaian target BKKBN bisa lebih besar dan lebih merata.

“Mengajak para penggiat seni untuk menjadi motivator dan berpartisipasi dalam program kependudukan karena mereka bisa lebih dekat dengan masyarakat,” jelasnya.

Acara ini diikuti oleh perwakilan dari 17 kota dan kabupaten yang ada di sumatera barat. Sejumlah kesenian daerah seperti rabab, saluang dan randai ditampilkan dalam festival seni ini.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan jumlah peserta KB baru sebanyak 195.676 pada 2017, meningkat dari target sebelumnya yang berkisar 173.000.

Tahun 2016, peserta KB baru mencapai 94,90 persen dengan masing-masing kabupaten dan kota yaitu Kabupaten Pesisir Selatan 91.83 persen, Solok 76,72 persen, Sijunjung 102,60 persen, Tanah Datar 94,04 persen, Padang Pariaman 95,64 persen, Agam 73,35 persen.

Kemudian, Kabupaten Lima Puluh Kota 101,19 persen, Pasaman 98,40 persen, Mentawai 44,99 persen, Dharmasraya 103,47 persen, Solok Selatan 106,58, Pasaman Barat 112,27 persen, Kota Padang, 101,05 persen.

Serta,Kota Solok 89,69 persen, Sawahlunto 68,77 persen, Padang Panjang 101,27 persen, Bukittinggi 91,41 persen, Payakumbuh 106,68 persen, dan Pariaman 100 persen.

Baca juga:
Merokok Sembarangan di Kota Padang Kena Denda Rp50 Ribu

Sementara itu Walikota Bukitinggi, Ramlan Nurmatias mendukung penuh kegiatan festival kesenian tradisional yang dilaksanakan oleh BKKBN ini.

Menurutnya hal ini sangat penting agar masyarakat bisa lebih paham dan mengerti dengan program-program yang dicanangkan oleh BKKBN. Apalagi dengan kesenian tradisional masyarakat akan bisa dengan mudah menerimanya.