Semen Padang FC: Klub Profesional Legenda, Ksatria Terakhir Liga Galatama

Semen Padang FC (Foto: MO SPFC)

Padangkita.com – Semen Padang FC merupakan salah satu klub profesional Indonesia yang mempunyai perjalanan sejarah cukup panjang. Klub di bawah naungan perusahaan semen tertua di Indonesia tersebut bisa dikatakan sebagai satu-satunya klub yang tetap konsisten sejak era galatama di mulai tahun 1980 an silam.

Klub ini tidak pernah terdengar bermasalah dengan gaji seperti klub-klub lain di Indonesia. Meskipun gaji pemain di klub kebangaan urang awak tersebut tidak sejor-joran klub lain seperti Persib Bandung atau Arema misalnya.

Namun sayang, kini klub yang indentik dengan kaus warna merah tersebut harus rela terdegradasi dan harus bermain di Liga 2 pada musim depan. Semen Padang FC kehilangan tanduknya di musim kompetisi 2017.

Terdegradasinya Semen Padang FC dari kancah liga sepakbola utama di Indonesia menambah catatan buram tentang perjalanan sepakbola di Sumatera. Semen Padang FC menyusul saudara tuanya, PSP Padang.

Sebelumnya, klub-klub dari Medan atau Sumatera Utara telah sejak lama bertumbangan dan tenggelam di kubur zaman sebut saja Pardedetex dan Mercu Buana. Sedangkan PSMS Medan kini sedang berupaya bangkit lagi.

Demikian juga dengan klub-klub asal Aceh seperti Aceh Putra, Persiraja PSBL, Langsa dan PSSB Bireun. Sedangkan di Bandar Lampung dulu terdapat klub bernama BB S Tama dan Lampung Putra. Di Deli Serdang PSDS dan di Pekanbaru PSPS.

Kini, hanya tersisa Sriwijaya FC yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga Indonesia sebagai suksesi Krama Yudha Tiga Berlian yang pernah bermarkas di Palembang. Namun, Sriwijaya FC sejatinya bukanlah klub asal Sumatera.

Sriwijaya FC didirikan di Jakarta dengan nama Persijatim Jakarta Timur pada tahun 1976. Karena alasan finansial, klub ini sempat pindah ke Solo dan menjadi Persijatim Solo FC pada tahun 2002 hingga 2004. Setelah itu klub ini dibeli oleh pemerintah provinsi Sumatera Selatan dan diganti namanya menjadi Sriwijaya FC Palembang.

Dikutip dari laman poestaka depok, Semen Padang FC adalah salah satu legenda klub sepakbola profesional di Indonesia. Sebelum Semen Padang FC kota Padang sebenarnya memiliki klub kebanggaan yakni PSP Padang. PSP Padang merupakan salah satu tim perserikatan yang lahir pada tahun 1926 silam.

Baca juga:
6 Fakta Unik Jelang Persiba Vs Semen Padang FC

Semen Padang FC dan PSP Padang sama-sama menggunakan stadion GOR Haji Agus Salim Padang sebagai markas mereka. Semen Padang FC juga pernah menggunakan stadion M Yamin Sijunjung tahun sewaktu bermain di divisi utama beberapa musum silam.

Semen Padang FC selama lebih dari tiga dekade ini telah memainkan peran sebagai simbol sepakbola Kota Padang yang telah sejak lama dirintis oleh PSP Padang. Bahkan dalam 1 dekade terakhir nama Semen Padang FC lebih banyak menggaung dibandingkan nama saudara tuanya PSP Padang.

Semen Padang FC didirikan pada 30 November 1980, artinya sudah 37 tahun mewarnai perjalanan sejarah sepakbola Indonesia.

Awal mulanya, Semen Padang FC memulai kompetisi pada level kedua Liga Galatama pada musim kedua dan berhasil promosi ke kompetisi level pertama tahun 1982 (musim ketiga). Sementara itu, Liga Galatama sendiri dimulai tahun 1979.

Klub yang bermarkas di Indarung tersebut terus berkiprah dan memainkan perannya hingga akhirnya kompetisi Liga Galatama dan Kompetisi Antar Perserikatan dilebur menjadi satu dan melahirkan kompetisi yang dinamakan Liga Indonesia.

Pada kompetisi musim pertama Liga Indonesia (1994/1995) klub Galatama dari Sumatra adalah Semen Padang dan Medan Jaya. Sedangkan klub yang dibentuk dari perserikatan adalah Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, PSDS Deli Serdang dan PS Bengkulu.

PS Bengkulu hanya berpartisipasi di musim perdana Liga Indonesia (1994/1995). Pada kompetisi musim 1996/1997 PSP Padang muncul. Namun PSP Padang hanya dua musim lalu tenggelam lagi. Klub Medan Jaya pada musim 1999/2000 terdegradasi.

PSSI kembali mengubah format Liga Indonesia pada tahun 2007. Dari format dua wilayah menjadi 1 wilayah. Kala itu Semen Padang FC gagal melaju ke Divisi Utama hingga harus tetap bertahan di divisi dua.

Setelah 2 musim kompetisi bertarung di divisi 2, Semen Padang FC pada tahun 2010/2011 berhasil menembus ke kompetisi level pertama. Perlahan tapi pasti, Semen Padang FC mulai menancapkan tanduknya di kasta tertinggi Liga Indonesia tersebut hingga puncaknya meriah juara pada tahun 2013 silam.

Baca juga:
12 Laga Tanpa Kemenangan, Semen Padang FC Dekati 'Kubang' Degradasi

Meski sepakbola Indonesia mengalami pasang surut, namun tidak demikian dengan Semen Padang FC.

Kompetisi di Indonesia kembali bergulir pada tahun 2016, Semen Padang FC kala itu berhasil duduk di papan tengah. Namun memasuki musim 2017, Semen Padang FC yang sempat tampil bagus di awal musim harus rela terdegradasi ke divisi dua pada musim kompetisi tahun depan.

Semen Padang FC sangat disayangkan terdegradasi, Hal ini karena Semen Padang FC adalah klub yang memiliki masa hidup di kompetisi level tertinggi Liga Indonesia terbilang klub Sumatra yang memiliki masa hidup (life time) paling lama jika dibandingkan dengan klub-klub lainnya yang memiliki homebase di Sumatra.

Satu hal, Semen Padang FC adalah satu-satunya klub eks Galatama yang memiliki life time terlama dengan nama yang tidak pernah berubah sejak era Galatama.

Konsistensi Semen Padang FC harus diakui sebagai klub sepakbola profesional yang harus menjadi teladan bagi semua klub profesional di Indonesia. Inilah karakter dan keunggulan Semen Padang FC. Meski sudah terdegradasi tetapi diharapkan segera bangkit kembali seperti dilansir dari posteka depok.