Selain Listrik, Pemerintah Tidak Akan Naikan Harga BBM

Truk angkut minyak pertamina (Foto: pertamina)

Padangkita.com – Selain meminta tidak menaikan harga tarif listrik, presiden Joko Widodo juga meminta kepada kepada agar tidak ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan sesuai dengan arahan presiden, pemerintah dipastikan tidak akan menaikan harga BBM.

“Tidak ada kenaikan untuk BBM seperti premium, solar maupun bio solar,” katanya.

Faktor lain, menurut menteri Jonan yang menyebabkan harga BBM tidak dinaikan adalah penurunan harga minyak mentah di pasaran dunia saat ini.

Jonan menjelaskan, harga minyak mentah di Nymex saat ini mencapai US$ 42 per barel. Sedangkan pada minggu lalu harganya adalah US$ 45-46 per barel.

“Sedangkan Brent, hanya berada di kisaran US$ 44-48 per barel,” jelasnya seperti dilansir dari situs ESDM, Jumat (2306/2017).

Menurutnya dengan tren harga minyak yang terus turun menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah untuk tidak menaikan harga BBM.

“Tidak ada kenaikan harga mulai 1 juli 2017 sampai 31 September 2017. Jadi 3 bulan ke depan enggak ada kenaikan harga BBM sama sekali,” kata Jonan.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo juga meminta tidak ada kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dari 1 Juli 2017 hingga akhir tahun ini.

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menyatakan pihaknya akan mencoba meminta PLN untuk melakukan efisiensi. Di samping itu, ESDM memprediksi kalau ada penurunan harga dari energi primer seperti batubara, minyak dan gas maka tarif listrik tidak akan naik.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, tarif listrik sejak 1 Juli sampai 31 Desember 2017, tarif tenaga listrik tidak ada yang naik,” kata Jonan.

Menurutnya, instruksi Presiden soal tidak adanya kenaikan tarif dasar listrik akan diberlakukan kepada semua golongan pelanggan.

Baca juga:
Asa Budidaya Lele untuk Ekonomi Keluarga Di Pessel