Sapu Bersih Jerez, Begini Donimasi Matador di MotoGP

Tiga pebalap Spanyol, Dani Pedrosa (tengah), Marc Marquez dan Jorge Lorenzo menangi seri ke empat di Jerez (Foto: Dapurpacu.com)

Padangkita.com – Seri ke 4 MotoGP 2017 di Sirkuit Jerez, Spanyol menjadi ajang unjuk gigi para pebalap negeri tersebut alias matador, yang dikenal kuat, jago, dan berani.

Iya. Meski klasemen sementara menempatkan legenda Italia Valentino Rossi di posisi teratas, tetapi pebalap Spanyol kompak menjadi yang terbaik di negerinya, menyingkirkan pemegang nomor 46 yang juara di seri itu tahun lalu.

Buktinya, setelah tertatih di tiga seri sebelumnya, GP Jerez mutlak menjadi milik tuan rumah. Adalah Dani Pedrosa, Marc Marquez, dan Jorge Lorenzo yang mengisi tiga podium hasil balapan, Minggu (7/5/2017) malam pukul 19.00 waktu Indonesia bagian barat.

Baru di belakangnya, pebalap asal Perancis, Johan Zarko di posisi keempat, diikuti Andrea Dovizioso asal Italia di posisi lima.

Lalu, pebalap Spanyol lainnya Maverick Vinales di posisi enam, Danilo Petrucci asal Italia di posisi tujuh, Jonas Folger asal Jerman di posisi delapan, Aleix Espargaro asal Spanyol di posisi sembilan, dan Valentino Rossi posisi 10.

Dominasi Spanyol musim ini memang kental sekali, dengan menempatkan 10 pebalapnya dalam daftar 23 pebalap MotoGP atau hampir setengahnya.

Mereka adalah, duet Dani Pedrosa dan Marquez yang membela bendera Repsol Honda, lalu ada Maverick Vinales di tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo di Ducati Corse, dan Alvaro Bautista di Aspar Ducati.

Lima pebalap lainnya, yakni Aleix Espargaro di tim Aprilia Gresini, Aleix Rins di Suzuki Ecstar, Hector Barbera di Avintia Ducati, Tito Rabat bersama Marc VDS Honda, dan Pol Espargaro yang membela tim KTM.

Hasil selama ini, dalam lima musim terakhir sejak 2012, pebalap negeri matador menyapu bersih seluruh gelar juara dunia. Marc Marquez meraih tiga gelar musim 2013, 2014, dan 2016, dan Jorge Lorenzo di musim 2015, 2012, dan satu gelar lagi pada 2010.

Musim 2011, gelar lepas dari tim Spanyol, dan direbut pebalap Australia Casey Stoner. Artinya, dalam tujuh musim terakhir, Spanyol memenangi enam gelar.

Non Tradisi

Sebetulnya, Spanyol bukanlah negara tradisional di dunia MotoGP. Bahkan, sejak digelar 1949, partisipasi pebalap Spanyol baru muncul tahun 1985 atau 36 tahun kemudian.

Baca juga:
7 Penyair Nasional Hadiri PBF 2017

Selama periode itu, dominasi MotoGP tidak lepas dari Amerika Serikat, Italia, Inggris, dan Australia. Pada dekade 1980-an pebalap Amerika Serikat bahkan mendominasi selama 16 tahun.

Nama seperti Kenny Roberts, Freddie Spencer, Eddie Lawson, Wayne Rainey, Kevin Schwantz, hingga generasi berikutnya Kenny Roberts Jr adalah langganan juara dunia.

Spanyol baru ambil bagian di era ke jayaan Spencer (Honda) dan Lawson (Yamaha). Adalah Sito Pons bersama Suzuki yang tampil membawa bendera Matador pada 1985.

Tetapi gelar juara dunia baru berhasil disabet Alex Criville bersama Honda pada musim 1999. Gelar Criville juga berbau keberuntungan karena mundurnya pebalap asal Australia Mick Doohan yang mengalami cedera. Doohan adalah rekan satu tim Criville di pabrikan asal Jepang yang menjadi juara dunia lima musim berturut-turut sejak 1994.

Setelah Criville, pebalap Spanyol mulai meramaikan MotoGP dengan kehadiran Alberto Puig, Carlos Checa, dan Sete Gibernau.

Namun, kelahiran maestro Valentino Rossi membuat bakat Spanyol hanya berada di barisan kedua. Gibernau dan Checa hanya menjadi penggembira dibalik kejayaan The Doctor.

Baru kemudian, dominasi Spanyol benar-benar terwujud dengan masuknya Dani Pedrosa, diikuti Jorge Lorenzo dan Marc Marquez ke ajang balap motor paling bergengsi di dunia itu. Sejak 2010, dominasi matador tak bisa dihentikan.

Bagaimana itu terjadi ? Spanyol berhasil membina bakat muda melalui infrastruktur memadai, banyaknya kompetisi dan pengelolaan olahraga yang profesional. Hasilnya, tidak hanya di MotoGP, Negeri Matador juga mendominasi di cabang Sepakbola, Basket, Tenis, Formula 1 dan cabang olahraga lainnya.