Ribuan Warga Demo di Pengadilan Negeri Padang

Ribuan warga terlihat berunjuk rasa di Pengadilan Negeri Padang, Selasa 4 April 2017. Mereka menuding ada pihak yang ingin menguasai tanahnya seluas 765 hektar . (Foto: Aidil Sikumbang)

Padangkita – Ribuan orang yang mengatasnamakan warga Nagari Tigo Sandiang Kota Padang, berunjuk rasa di Pengadilan Negeri Padang, Selasa 4 April 2017. Aksi ini menyebabkan Pengadilan Negeri Padang lumpuh, sehingga sejumlah agenda sidang terpaksa diundur.

Warga Nagari Tigo Sandiang tersebut berasal dari empat kecamatan di Kota Padang, yaitu Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, Pauh dan Nanggalo. Mereka menuding ada mafia tanah dan mafia peradilan yang ingin menguasai tanahnya seluas 765 hektar.

Ribuan warga unjuk rasa di Pengadilan Negeri Padang, Selasa 4 Apri 2017. Mereka silih berganti berorasi dan menyuarakan tuntutannya dalam memperjuangkan hak tanahnya. (Aidil Sikumbang)

Pantauan Padangkita.com, ribuan pengunjuk rasa memadati jalan menuju Pengadilan Negeri Padang. Akses menuju sejumlah perkantoran di sekitar lokasi, terpaksa ditutup.

Aksi dimulai dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Mereka silih berganti berorasi dan menyuarakan tuntutannya dalam memperjuangkan hak tanahnya.

“Kami minta sertifikat tanah kami dibuka blokirnya. Sekitar 765 hektar tanah yang telah kami diami turun menurun telah dirampok,” ujar salah seorang orator, Evi Yandri, Selasa 4 April 2017.

Polresta Padang mengerahkan 700 personelnya untuk mengamankan unjuk rasa di Pengadilan Negeri Padang, Selasa 4 April 2017. (Aidil Sikumbang)

Evi menyatakan, tanah tersebut berada di enam kelurahan, di antaranya Sungai Sapih, Dadok Tunggul Hitam, Bungo Pasang, dan Kurao Pagang. Aksi ini lanjutan dari aksi di BPN pada 14 Maret lalu.

Ratusan aparat kepolisian terlihat mengamakan unjuk rasa tersebut. Kabag Ops Polresta Padang Kompol Sumintak mengatakan, ada sekitar 700 personel yang dikerahkan. (Aidil Sikumbang)

Baca juga:
Wagub Nasrul Abit Jajaki Ekpor Komoditi Sumbar di UEA dan Dubai