Revitalisasi Pasar Koto Baru Altenatif Mengurai Kemacetan

Dok. Pemprov Sumbar

Padangkita.com – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit tinjau lahan untuk revitalisasi pasar Koto Baru sekaligus berikan bantuan kepada 6 orang kepala keluarga korban kebakaran, Pasar Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah, kemarin.

Kebakaran yang terjadi pada Minggu (25/3) malam, sekitar pukul 19.15 WIB tersebut menghanguskan 6 buah ruko dan satu rumah dikawasan pasar Koto Baru. Ditaksir kerugian materi yang disebabkan oleh kebakaran tersebut mencapai 1.5 miliar.

Pemerintah provinsi melalui Baznas membantu uang sebesar Rp.5 juta untuk setiap Kartu Keluarga (KK), dari BNPB 4 buah tenda setiap KK, dan dan peralatan rumah tangga.

Wagub berharap kepada para korban agar tabah menghadapi musibah tersebut dan mulai membangun lagi usahanya.

Selanjutnya, Dalam kunjungan tersebut Nasrul Abit mengungkapkan rencana yang akan dilakukan pemerintah terkait revitalisasi pasar Koto Baru.

“Ada 2 rencana pemerintah terkait permasalahan yang terjadi di pasar Koto Baru, yang pertama pasar akan ditarik kebelakang dilahan seluas 2 hektar, yang kedua pembangunan jalan arternatif agar jalan Koto baru tidak macet lagi,” ungkap Nasrul Abit.

Dalam kesempatan tersebut Wagub meminta kepada semua SKPD di Pemprov maupun Pemda Tanah Datar serta pihak-pihak yang terlibat agar segera menyiapkan dokumen terkait revitalisasi pasar tersebut.

“Kita minta dokumennya segera disiapkan, karena ini akan kita ekspose dan laporkan kepada Menko Kemaritiman serta Kementerian Perhubungan, dan jika perlu kita sampaikan juga kepada Pak Wapres atau Bapak Presiden sendiri,” ujar Wagub Nasrul Abit

Saat diwawancarai awak media Nasrul Abit Mengatakan bahwa Pemprov Sumbar akan menyiapkan dana sebesar 10 miliar, sedangkan masalah pembebasan tanah merupakan tanggung jawab dari pemda Kabupaten Tanah Datar.

“Pemda Tanah Datar diharapkan segera dapat menyelesaikan masalah pembebasan lahan tanah tahun ini, tahun depan kita lansung pindahkan pasarnya kebelakang,” kata Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga menegaskan terkait Konsep pembangunan pasar yang akan di revitalisasi.

Dia minta perencanaan master plannya tertata dengan baik, parkirnya dimana, tempat bongkar barangnya dimana, tempat jualan yang basah dengan yang kering harus terpisah, artinya konsep pasarnya harus jelas dan modern serta juga memperhatikan pembangunan berbasis lingkungan.

“Pasar Koto Baru nanti menjadi sebuah pasar tradisional yang bergaya modern, yang tidak lagi membuat macet jalan Koto Baru seperti saat ini,” harap Nasrul Abit.