Rakernas HIPMI: Presiden Ingatkan Anak Muda Jangan Takut Memulai Bisnis

Presiden Joko Widodo membuka Rakernas HIPMI di Jakarta, Senin (27/3). F/setkab.go.id

PadangKita – Presiden Joko Widodo mengajak generasi muda, siswa maupun mahasiswa untuk tidak takut memulai bisnis.

“Lakukanlah, mulailah segala sesuatu yang berkaitan dengan entrepreneurship, kewirausahaan, kewiraswastaan itu dengan sebuah perjuangan,” kata Jokowi saat membuka Rakernas HIPMI di Jakarta, Senin, 27 Maret 2017.

Presiden meminta generasi muda segera memulai berbisnis, karena semakin sering mengalami jatuh bangun dalam dunia bisnis, maka kematangan akan terbentuk, sehingga mampu menjadi pebisnis ulung di masa depan.

Ia menyebutkan masa mendatanga adalah sebuah era kompetisi yang sengit, persaingan yang sengit antar individu, antar pengusaha, antar negara. Era keterbukaan itu, lanjutnya, tidak bisa dihentikan lagi, tetapi harus dihadapi dengan persiapan yang matang.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi memberi contoh mengenai business process outsourcing (BPO) untuk menjadi unggul.

“Kita punya kekuatan di sini, misalnya desain, grafis, animasi, aplikasi/software ke depan ini akan memegang peran, dan pasar yang kita kelola sekarang ini masih sangat kecil sekali,” ujarnya.

Ia menilai di BPO ini Indonesia sangat menjanjikan, karena yang masuk ke bidang ini masih sangat kecil. Padahal, hampir 100 persen bisnis ini dijalankan anak-anak muda yang melek teknologi dan mengikuti perkembangan dunia.

Presiden meminta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) merumuskan langkah konkret untuk melahirkan pebisnis muda yang unggul dan bisa memenangi persaingan.

“Rumuskan ini, tapi jangan minta-minta sesuatu. Lagunya harus sudah berbeda, anak-anak muda lagunya harus berbeda. Yang kedua, libatkan rakyat di situ. Ada inti, ada plasma. Yang ketiga, orientasikan produk itu ke ekspor, jangan ke dalam negeri,” tutur Presiden.

Sementara itu, Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia mengatakan, dengan peluncuran HIPMI Go to School diharapkan akan mengubah pola pikir generasi muda, tidak hanya dididik untuk menjadi pekerja, tapi juga untuk menjadi seorang entrepreneur.

“Kami meyakini, bahwa di era bonus demografi (2030-2035) generasi sekaranglah yang akan menentukan nasib perjalanan bangsa, akan salah jika tidak diletakkan pondasi yang baik,” ujarnya.

Pembukaan Rakernas HIPMI itu dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Seskab Pramono Anung, Mendag Enggartiasto Lukita, Mendikbud Muhadjir Effendy, Ketua DPR Setya Novanto, dan para mantan Ketua Umum HIPMI.

Baca juga:
Kuliner Malam akan Ramaikan Pasar Raya Padang