Pulau ini Menyelenggarakan Kegiatan Melihat Penyu Bertelur

Ilustrasi penyu. (Foto: disunting dari cover buku Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Penyu 2016-2030), Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut KKP)

Padangkita.com – Laskar Turtle Camp (LTC) Amping Parak menyediakan kegiatan Watching Turtle (menyaksikan penyu bertelur) di Pulau Kerabak Ketek Surantih, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan.

Ketua Laskar Turtle Camp Amping Parak, Haridman, menjelaskan fasilitas yang disediakan untuk menyaksikan penyu bertelur tersebut adalah sarana angkutan, penginapan, konsumsi dan pemandu konservasi. Selain itu, pihaknya juga menyediakan peralatan selam dan pemandu selam.

“Bagi pengunjung yang berminat bisa datang langsung ke Laskar Turtle Camp di Amping Parak. Dimana, Laskar Turtle Camp merupakan Kelompok Mitra Konservasi yang telah memiliki SK DKP Sumbar,” ucapnya dikutip dari pesisirselatankab, Jumat (19/10/2018).

Di samping itu menurutnya, untuk mendukung kegitan konservasi, maka pihaknya memperoleh bantuan sejumlah peralatan untuk penunjang kegiatan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI tahun anggaran 2018.

“Alhamdulillah kita dapat bantuan dari KKP yakni berupa peralatan pengawasan cemara laut, alat pengawas mangrove, alat pengawas penyu dan sumberdaya kelautan dan perikanan. Alat pengawasan tersebut terdiri dari teropong, handy talky, kamera pengintai dan alat pelaporan cepat. Save Sea Turtle,” tegasnya.

Disebutkan, peralatan itu sangat berguna untuk kelancaran pengawasan penyu bertelur, patroli, pengeras suara untuk edukasi tentang penyu dan biota laut lainnya bagi siswa dan mahasiswa yang melakukan studi lapangan ke lokasi konservasi tersebut.

Ia menambahkan, kelompok yang dipimpinnya konsisten melakukan kegiatan konservasi penyu. Saat ini, penyu sudah sering bertelur, dan kemudian dilokalisasi tempat penetasannya, sehingga secara periodik bisa didata jumlah tukik yang lepas ke laut bebas.

Kemudian wisatawan difasilitasi untuk bisa menyaksikan hewan konservasi ini. Hal itu bagian dari upaya sosialisasi dan edukasi sehingga wisatawan memiliki pengetahuan terhadap sumberdaya kelautan disamping penyu yang sudah ditetapkan sebagai hewan langka yang dilindungi, ulasnya.

Baca juga:
Terlibat Narkoba, Kapolda Sumbar Ancam Pecat Anggotanya