PIOM Fest Bakal Jadi Kegiatan Tahunan Pemko Padang

Padang Indian Ocean Music Festival (PIOM) Fest 2017 direncanakan akan menjadi kegiatan tahunan yang akan digelar di Kota Padang.

 Padangkita.com – Padang Indian Ocean Music Festival (PIOM) Fest 2017 direncanakan akan menjadi kegiatan tahunan oleh Pemerintah Kota Padang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Walikota Padang saat membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah mengatakan PIOM Fest dapat memberikan pengaruh yang besar untuk tingkat kunjungan wisata ke kota Padang khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya. Festival ini juga sebagai bukti bahwa kota Padang sangat peduli dengan perkembangan industri musik.

“Kita akan dukung industri musik karena bisa mendukung industri pariwisata di Kota Padang juga,” katanya dikutip humas, Jumat (08/12/2017).

Wako menambahkan dengan kegiatan ini membuktikan bahwa kota Padang telah berubah pandangan dari kota transit di Sumatera Barat menjadi salah satu kota event destinasi pariwisata di Indonesia. Fenomena ini menjadi akar pertumbuhan pariwisata Kota Padang dan bergerak secara signifikan seiring majunya usaha industri pariwisata.

Mehyeldi menegaskan Kota Padang telah siap menjadi pusat penyelenggaraan berbagai event Nasional dan Internasional. PIOM Fest 2017 adalah penampilan jenis musik etnik dari berbagai dunia yang diselenggarakan pada 8 sampai 10 Desember 2017 di bawah Jembatan Siti Nurbaya. PIOMFest 2017 juga erat kaitannya dengan organisasi Indian Ocean Rim Association (IORA) atau negara-negara yang berada di sepanjang Samudera Hindia. Salah satu tujuan IORA itu sendiri adalah untuk mengembangkan kerjasama kebudayaan antarnegara.

Selain Indonesia, PIOM Fest juga diikuti beberapa negara asing yakni India, Jepang, dan Singapura. Pertunjukan musik etnik tersebut akan dimainkan selama tiga hari. Mulai Jumat (8/12) pukul 20.00 WIB hingga 22.30 WIB. Sedangkan pada Sabtu dan Minggu (9-10/12), digelar mulai pukul 15.30 WIB hingga 22.30 WIB.

Dalam mengikuti PIOMFest 2017, India menyiapkan dua pemusiknya, yaitu Nikhil Patwardhan dan Partha Mukherjee. Sedangkan Jepang menampilkan Seiki Onizuka. Singapura memboyong cukup banyak pemusik. Mulai dari Ms Tan Su-Hui, Sophy, Ms Tan Su-Min, Clara, dan Mr Ng Chee Yao.

Sedangkan Indonesia menampilkan sejumlah grup musik. Seperti Arastra asal Bengkulu, Talago Buni (Sumbar), Riau Rhytm Chambers (Pekanbaru), Taufik Adam (Jakarta), dan De Tradisi (Medan). Selain itu, Gazal Himpunan Keluarga Muhadan (Padang). Balega (Padangpanjang), Sanggar Seni Dayung Dayung (INS Kayu Tanam), serta Komunitas Seni Nan Tumpah (Padang).