Pessel Ekspor Olahan Arang Batok Kelapa ke Eropa dan Qatar

Padangkita.com – Sejak Januari 2018, Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) di Pesisir Selatan (Pessel) telah mengekspor olahan arang batok kelapa ke Qatar dan beberapa negara Eropa.

Ekspor tersebut dilaukan oleh BUMNag Mutiara Mandiri, Nagari Sungai Tunu Barat, Kecamatan Ranah Pesisir.

“Kami bekerja sama dengan sebuah perusahaan di Pulau Jawa dalam pengolahannya sebelum diekspor,” kata Direktur BUMNag Mutiara Mandiri, Riski Arif Farmansyah di Painan dikutip dari pesisirselatankab, Sabtu (15/09/2018).

Ia menambahkan, sejak awal 2018 pihaknya rutin mengirim arang batok sebanyak 20 ton per bulannya ke perusahaan tersebut dan pada Oktober 2018 pihaknya dan pihak perusahaan sepakat meningkatkan jumlah pengiriman menjadi 40 ton setiap bulannya.

Dalam menyediakan arang batok yang berjumlah puluhan ton itu, BUMNag Mutiara Mandiri menjalin kerjasama dengan sejumlah pedagang buah kelapa asal daerah setempat dalam mendapatkan batok kelapa.

“Pedagang tersebut tidak hanya berdomisili di Sungai Tunu Barat namun juga berasal dari nagari tetangga,” sebutnya.

Selain itu, ia juga menerima batok kelapa dari masyarakat baik dalam jumlah banyak atau hanya dalam hitungan kilogram saja, harga batok kelapa tergantung kualitasnya mulai dari Rp800 hingga Rp1.000 per kilogram.

Setelah batok kelapa terkumpul dalam jumlah banyak barulah pihaknya memproses menjadi arang batok dan selanjutnya dikirim ke pabrik.

Untuk melakukan ekspor secara mandiri, BUMNag Mutiara Mandiri masih terkendala modal, teknologi hingga tenaga terampil.

Sejak 2017 hingga sekarang BUMNag Mutiara Mandiri baru mendapat kucuran modal Rp135 juta, sebanyak Rp35 juta pada 2017 dan Rp100 juta pada 2018.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni mendorong agar kerjasama antara kedua belah pihak terus diperkuat sehingga mampu mendorong meningkatnya pendapatan BUMNag dan juga masyarakat sekitar.

Baca juga:
Sepinya Transaksi Jual Beli Menjalar ke Basko Mall dan SPR