Pessel Akui Kekurangan Jumlah Tenaga Dokter PNS

Ilustrasi dokter (Foto: Pexels)

Padangkita.com – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengaku masih kekurangan jumlah dokter yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal ini berdampak pada kurang maksimalnya pelayanan kepada masyarakat.

Berdasarkan data yang dirilis oleh pemkab Pessel, jumlah tenaga dokter umum yang berstatus PNS hanya sebanyak 25 orang sedangkan jumlah penduduk Pessel mecapai 560 ribu jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Syahrizal Antoni mengatakan bahwa dokter umum yang
berstatus ASN itu ada sebanyak 25 orang. Mereka itu bertugas di 18 Puskesmas yang ada. Jika digabung dengan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr M Zein Painan, jumlahnya hanya sebanyak 30 an orang.

“Dengan jumlah penduduk yang sudah mencapai sebanyak 560 ribu jiwa, idealnya jumlah dokter umum sebanyak 56 orang. Jumlah itu diluar dari tenaga dokter yang ada di RSUD,” ungkapnya dikutip dari situs Pemkab, Kamis (26/10/2017).

Ia menyampaikan bahwa hal itu berdasarkan kepada perbandingan ideal antara masyarakat dengan dokter umum dengan perbandingan 1 dokter umum melayani 10 ribu orang.

Ditambahkanya bahwa khusus untuk tenaga dokter spesialis, jumlah yang tersedia saat ini ada sebanyak 19 orang di RSUD Dr M Zein Painan. Jumlah itu dinyatakan telah memenuhi empat standar dasar kebutuhan dokter speseialis.

“Mereka yang berjumlah sebanyak 19 orang itu diantaranya, dokter spesialis anak 2 orang, spesialis bedah 3 orang, dokter spesialis kandungan 4 orang, penyakit dalam 2 orang, mata 3 orang, anestesi 1 orang, paru 2 orang, neorologi 1 orang, dan dokter spesialis patologi 1 orang pula,” terangya.

Ditambahkan lagi bahwa selain dokter umum Pessel juga masih kekurangan tenaga dikter gigi, bidan, dan tenaga keperawatan.

Dikatakan demikian, karena jumlah dokter gigi hanya sebanyak 18 orang, tenaga bidan sebanyak 411 orang, dan tenaga keperawatan sebanyak 124 orang.

Mereka itu memberikan pelayanan kepada masyarakat pada 36 Puskesmas yang terdiri dari 7 Puskesmas berjalan, 11 unit Puskesmas rawatan, 18 Puskesmas keliling, 91 unit Pustu, 652 Posyandu, 284 Polindes, serta 1 unit Rumah Sakit Umum (RSU).

“Khusus tenaga bidan berdasarkan jumlah penduduk, kebutuhan yang terpenuhi baru separoh dari kebutuhan. Sedangkan untuk tenaga keperawatan, kebutuhan yang terpenuhi baru sekitar 13 persen dari kebutuhan. Sebab idealnya jumlah perawat baik yang ditempatkan di RSUD, Puskesmas dan Puskesri adalah sekitar seribuan orang. Untuk menutupi kebutuhan, sehingga dibantu oleh tenaga sukarela atau honorer,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa para tenaga medis itu, memberikan pelayanan kepada masyarakat pada 36 Puskesmas yang terdiri dari 7 Puskesmas berjalan, 11 unit Puskesmas rawatan, 18 Puskesmas keliling, 91 unit Pustu, 652 Posyandu, 284 Polindes, serta 1
unit Rumah Sakit Umum (RSU).