Pesisir Selatan Petakan Nagari Rawan Penunggak Raskin

Gudang Bulog (Foto: dok padangkita)

Padangkita.com – Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) petakan nagari rawan penunggak beras parasejahera (Rastra) atau yang lebih dikenal dengan beras miskin (raskin) agar dapat disalurkan tepat waktu.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian sekretariat daerah (Sekda) Pessel Rosdi mengatakan, pemetaan dilakukan agar dalam hal penagian tidak mengalami keterkendalaan.

“Karena ada perubahan data dan kuota, sehingga penyaluran untuk tahun 2017 mengalami penundaan, dengan tahapan pertama dan keduanya, dilakukan pada minggu ke dua bulan Juni ini,” jelasnya.

Agar tunggakan tidak menjadi penghalang hak masyarakat miskin itu bisa sampai tepat waktu, sambung Rosdi, maka pengawasan akan dilakukan secara ketat.

“Bahkan Tim Koordinasi Rastra yang berasal dari berbagai unsur, akan melakukan pemetaan terhadap nagari-nagari yang rawan tunggakan,” katanya.

Dijelaskanya bahwa beranjak dari pengalaman tahun sebelumnya, pihaknya bersama unsur terkait yang tergabung pada tim koordinasi, sudah memiliki data nagari-nagari mana saja yang sering menunggak raskin atau rastra. Data Itu dapat dijadikan sebagai pedoman oleh tim di lapangan nantinya.

“Khusus bagi nagari-nagari yang sering bermasalah dengan tunggakan, akan dilakukan penanganan khusus,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika perlu uang yang sudah dipungut dari warga penerima raskin, langsung disetorkan hari itu juga ke rekening kabupaten. Sebab salah satu penyebab tunggakan raskin itu terjadi, memang akibat dari kesengajaan oknum di pemerintahan nagari itu sendiri.

“Padahal kita tahu, warga tidak ada yang mengutang ketika melakukan penebusan raskin,” tukasnya.

Ditambahkanya bahwa kuota raskin untuk Pessel tahun 2017 ini terjadi pengurangan sebanyak 2.430 kk, dari 24.294 kk dibanding tahun 2016, atau menjadi sebanyak 21.868 KK.

Para penerima rastra ini tersebar di 15 kecamatan, dengan jumlah yang disalurkan sebanyak 328.020 kg per bulan.

“Karena penyaluran tahap pertama akan dilakukan dua bulan sekaligus pada minggu ke dua bulan Juni ini, maka jumlah berasnya akan mencapai 656.040 kg, atau 656,40 ton,” jelasnya.

Dia berharap baras yang sudah disalurkan itu nanti, tidak mengalami keterkendalaan dalam hal pembayaran.

“Sebab bila itu terjadi, bisa berdampak terhadap kelancaran pendisitribusian dua bulan berikutnya. Sebab kita memang mentargerkan pendistribusian sesuai dengan bulan yang sudah berlalu itu (enam bulan red)  bisa tuntas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah,” tutupnya.

Baca juga:
Kemenhub Terbitkan Aturan Mengenai Transportasi Online