Pertamina Bantu Pasarkan kain Sulam dan Bordir Khas Bukittinggi

Foto: PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I (MOR I)

Padangkita.com – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I (MOR I) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan terus mendukung pelaku industri kerajinan tekstil kain sulam dan bordir masyarakat. Salah satunya usaha Ambun Suri yang dipimpin oleh Ida Arleni, di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Area Manager Communication and Relations Sumbagut, Fitri Erika menyampaikan sebagai upaya mendukung potensi ekonomi daerah, Pertamina berkoordinasi dengan dinas koperasi setempat melihat peluang usaha kemitraan dengan mengangkat budaya nasional, salah satunya pada usaha kain sulam dan bordir yang menandakan ciri khas tempat asal kain dari Kota Bukittinggi.

“Dinas koperasi setempat telah menjembatani Pertamina dengan pengrajin, sehingga pada tahun 2015 Ambun Suri resmi menjadi mitra binaan Pertamina. Ambun Suri merupakan industri tekstil kain sulam dan bordir dengan keragaman motif dan corak khas Bukittinggi, mencirikan budaya kain itu berasal, telah berdiri sejak tahun 1975,” ungkap Fitri.

Ida Arleni mengungkapkan terima kasih kepada Pertamina karena selama ini telah mendukung pembiayaan serta promosi juga pengenalan kain sulam dan bordir Bukittinggi sebagai upaya meningkatkan penjualan kain di Ambun Suri.

“Setelah menjadi mitra Pertamina melalui program kemitraan, kami tidak menemui kendala lagi dalam hal produksi hingga pemasaran kain sulam dan bordir. Rata-rata penghasilan dari penjualan kain jenis bordir, sulaman, dan tenun bisa mencapai Rp 20 juta setiap bulannya. Dan sebesar Rp 250 juta dalam satu tahun”, ungkap Ida Arleni.

Harga kain bervariasi, mulai dari Rp 150.000 hingga Rp4.000.000.

Ida Arleni juga menambahkan bahwa sebelumnya pemasaran kain tenun dan bordir sempat menghadapi kendala. Namun setelah menjadi mitra Pertamina, usaha Ambun Suri dibantu promosi melalui berbagai pameran lokal, nasional, hingga internasional.

Sejak menjadi mitra binaan pada tahun 2015, Pertamina juga berperan dalam memajukan usaha Ambun Suri dalam berbagai pameran baik skala lokal, nasional, maupun internasional.

Salah satunya dalam iven tahunan seperti inacraft yang merupakan salah satu event pameran kerajinan terbesar di Asia yang memamerkan produk kerajinan dari seluruh Indonesia dan menjadi agenda tahunan bagi turis asing di Jakarta.

Bahkan pada tahun 2016 silam, Pertamina berhasil mendukung Ambun Suri yang didaulat untuk memasarkan produk khas Bukittinggi tersebut mewakili mitra binaan Pertamina di Aljazair.

Baca juga:
MBCC Puji Kelezatan Ayam Pop dan Wisata Alam Kota Bukittinggi

Selain itu usaha Ambun Suri yang dikelola oleh Ida Arleni ini telah membina lebih dari 40 pengrajin bordir, sulam, rajut dan songket yang ditempa secara tradisional. Para pengrajin didominasi oleh masyarakat lokal dan sebagian besar diantaranya merupakan anak putus sekolah dan anak yatim piatu yang dididik untuk memiliki keterampilan sulam dan bordir.

“Kami juga berupaya untuk mendidik anak-anak agar memiliki keterampilan sulam dan bordir sehingga kedepannya dapat tercipta kemandirian yang berkelanjutan, terbukanya lapangan kerja bagi anak – anak putus sekolah dan yatim piatu yang merupakan bagian penerus budaya lokal di Bukittinggi,” tutup Ida Arleni.