Permintaan Tiket Naik 3 Kali Lipat, Garuda Siapkan Pesawat Besar di BIM

Garuda Indonesia (Foto: Dok Padangkita)

PadangKita – Manajemen PT Garuda Indonesia menyiapkan pesawat berbadan besar atau widebody, untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang di Bandara International Minangkabau (BIM).

Saat bulan puasa dan lebaran, jumlah penumpang melalui bandara itu meningkat signifikan karena banyaknya perantau yang pulang kampung. Bahkan, manajemen Garuda Indonesia mengklaim permintaan tiket meningkat hingga tiga kali lipat.

“Naiknya dua kali sampai tiga kali lipat,” kata Sonny Syahlan, General Manager Cabang Padang PT Garuda Indonesia, Selasa (18/4/2017).

Ia mengatakan sebagai antisipasi lonjakan penumpang saat ramadhan dan lebaran, manajemen menyiapkan pesawat berbadan besar sebagai pengganti pesawat reguler, dan menambah frekuensi terbang untuk rute Jakarta – Padang.

Seperti tahun lalu, Garuda mengganti pesawat reguler Boeing 737-800 dengan pesawat yang lebih besar yakni jenis Airbus A330-300 dan Airbus A330-200 di hari-hari tertentu menjelang dan sesudah lebaran.

Juga menambah extra flight atau frekuensi terbang dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800 untuk mengantisipasi membludaknya jumlah penumpang.

Garuda Indonesia mengoperasi tujuh penerbangan setiap hari dari Jakarta ke Padang dan sebaliknya, yakni pada pukul 6.15 WIB, 7.30 WIB, 9.15 WIB, 11.25 WIB, 14.00 WIB, 16.05 WIB, dan terakhir pada pukul 19.50 WIB.

Tingkat keterisian penumpang atau load factor di rute itu juga tinggi, rata-rata 80 persen – 90 persen di hari biasa, dan mencapai 100 persen saat hari libur.

Meski permintaan naik, Sonny memastikan tidak ada kenaikan harga tiket pesawat. Manajemen, imbuhnya, hanya melakukan penambahan kursi untuk mengakomodir penumpang.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno sempat menyurati manajemen Garuda Indonesia untuk menurunkan harga tiket pesawat saat lebaran, sebab tingginya permintaan tiket pesawat menjadi salah satu penyebab inflasi di Sumbar.

“Kenapa Garuda, karena maskapai lain pasti mengacu ke harga Garuda. Kalau Garuda naik pasti yang lain ikut naik, makanya harga tiket ini perlu distabilkan,” katanya.

Irwan mengatakan sesuai siklus tahunan, tarif tiket pesawat menyumpang inflasi utama di Sumbar bersama komoditas cabai merah, beras, dan bawang merah.

Baca juga:
Ini Daftar 57 Entitas yang Masuk Pengawasan OJK