Peran Koperasi Terhadap Perekonomian: Indonesia 3,9 Persen, Selandia Baru Sudah 20 Persen

Komoditas bawang bisa dikembangkan melalui koperasi untuk mencapai kesejahteraan petani (oto: Aidil Sikumbang)

Padangkita.com – Di Indonesia kontribusi koperasi terhadap perekonomian baru mencapai 3,9 persen, meski meski sebetulnya sudah meningkat dua kali lipat dibanding dua setengah tahun lalu.

Tetapi, di sejumlah negara kontribusi koperasi terhadap perekonomian cukup tinggi. Selandia Baru misalnya, kontribusi koperasi mencapai 20 persen, Perancis 18 persen, dan Belanda juga 18 persen.

“Inilah pekerjaan besar kita, pekerjaan besar kita ada disini. Agar kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional itu meningkat secara drastis,” kata Presiden Joko Widodo pada acara Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-70, Makassar, Sulsel, Rabu (12/7/2017) sore.

Menurutnya, banyak koperasi yang bisa dijadikan percontohan. Seperti KUD Denbatas di Tabanan, Koperasi Kredit Credit Union Mandiri, Koperasi Kospin Jasa yang perputarannya sudah Rp5 triliun, juga koperasi Sidogiri di Jawa Timur perputarannya sudah 18 triliun.

“Ini koperasi, ada contoh-contoh yang bisa kita lihat, harus dikembangkan,” ujarnya.

Makanya, Jokowi meminta Menteri Koperasi dan ketua Dekopin, agar koperasi yang berhasil tersebut menjadi percontohan bagi pengembangan koperasi di daerah lainnya.

“Ajak koperasi koperasi yang lain untuk melihat contoh-contoh yang sudah betul, contoh-contoh yang sudah besar, koperasi-koperasi dengan perputaran uang yang triliun,” katanya.

Presiden menekankan, kalau korporasi-korporasi perusahaan besar itu bisa, koperasi mestinya juga harus bisa. Kalau perusahaan swasta itu bisa, koperasi pastinya juga harus bisa melakukan hal yang sama.

Apalagi, pemerintah sudah memberikan kesempatan kepada koperasi untuk juga ikut menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dulu, bunganya 22 persen, dengan subsidi dari APBN bunganya bisa ditekan menjadi hanya 9 persen.

“Sehingga koperasi nantinya bisa berkompetisi bersaing dengan perusahaan swasta, dengan korporasi, dengan BUMN karena memang kesempatan memang ada didepan mata kita,” tutur Kepala Negara.

 

BAGIKAN