Pemkab Solok dan BI Sumbar Sepakati Pengembangan Klaster Bawang Merah

Bupati Solok Gusmal dan Kepala BI Sumbar Endy Dwi Tjahjono bertukar naskah kerjasama (Foto: dok padangkita)

Padangkita.com – Pemerintah Kabupaten Solok dan Bank Indonesia Sumatera Barat menjalin kesepatakan kerjasama pengembangan klaster bawang merah, sebagai bagian program klaster pendampingan Bank Indonesia.

“Salah satu pertanian yang dijalankan masyarakat Solok adalah pertanian bawang merah. Tetapi harga bawang petani mengikuti harga pasar. Kalau pasokan berkurang harga naik, kalau pasokan berlebih petani merana,” kata Bupati Solok, Gusmal di Padang, Kamis (7/9/2017).

Ia menuturkan pengembangan pertanian bawang merah di Solok masih minim inovasi. Selain itu, masyarakat petani juga terbatas dalam mengakses pasar, sehingga kesulitan dalam pemasaran, terutama saat panen berlebih.

Harapan kami, imbuh Gusmal, kerjasama pendampingan Bank Indonesia dengan pengembangan klaster bawang merah di Solok, bisa membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani.

Ia juga mendorong stakeholders lainnya, ikut ambil bagian dalam pengembangan bawang merah di Solok. BTTP Sumbar misalnya, diminta ikut berperan mengembangkan bibit unggul untuk meningkatkan produktivitas.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar Endy Dwi Tjahjono mengatakan konsep klaster pangan sudah dikembangkan di Sumbar sejak 2008, pada peternakan sapi, cabai merah, tanaman hortikultura, dan sapi perah.

“Sekarang kami kembangkan bawang merah. Karena Kabupaten Solok memang sentra produksi bawang di Sumbar, dan di wilayah Indonesia bagian barat,” kata Endy.

Selama ini, bawang merah menjadi komoditi penyumbang inflasi terbesar di Sumbar, selain beras, dan cabai merah.

Endy menuturkan pengembangan klaster itu dibutuhkan, selain untuk meningkatkan produksi bawang merah, juga mendorong produktivitas lahan petani, pembinaan, pendampingan dan pengembangan produk dari bawang.

“Misalnya ketika pasokan berlimpah, dan harga turun. Petani lebih kreatif dengan mengembangkan menjadi produk turuna, seperti bawang goreng,” katanya.

Untuk tahap awal, BI akan menggandeng satu kelompok tani di Kecamatan Danau Kembar sebagai pilot project untuk pengembangan klaster bawang.

 

BAGIKAN