Pembalakan Liar di Solok Selatan Makin Marak

Kayu hasil hutan yang diangkut ke mobil (Foto: Ali Akbar)

Padangkita.com – Aksi pembalakan liar (illegal logging) yang semakin marak di Nagari Lubuk Gadang Timur, Kabupaten Solok Selatan membuat resah warga.

Warga dari Persatuan Masyarakat Tandai menyatakan pembalakan liar itu terjadi di 4 Jorong (desa) yakni Jorong Tandai simpang 3, Jorong Bukik Bulek, Jorong Tandai Tengah, dan Jorong Gunung 7. Akibat pembalakan liar tersebut 4 Jorong terisolasi.

“Pembalakan hutan ini telah terjadi selama lebih kurang 6 bulan terakhir,” kata Ali Akbar, warga Jorong Tandai Simpang 3 dalam rilis yang diterima, Senin (22/05/2017).

Menurutnya, kegiatan ilegal ini telah menyebabkan kerusakan parah terhadap jalan yang menghubungkan 4 Jorong tersebut. selain merusak jalan, pembalakan ini juga dilakukan dalam kawasan hutan lindung yang seharusnya dilindungi negara.

Masyarakat setempat telah beberapa kali melaporkan kegiatan ilegal tersebut ke Polres Solok Selatan, namun hingga kini belum ada upaya apapun yang dilakukan kepolisian untuk memberantas illegal logging tersebut.

“Masyarakat pernah melakukan protes langsung kepada pelaku pembalakan karena telah merusak jalan. namun para pelaku mengklaim bahwa jalan yang mereka lalui adalah jalan provinsi, yang penganggarannya dari provinsi, dan jika rusak juga akan diperbaiki oleh provinsi,” tambahnya.

Saat ini, jalan yang menghubungkan masyarakat 4 Jorong tersebut sama sekali tidak dapat dilalui karena rusak akibat kendaraan pengangkut kayu ilegal tersebut beroperasi saat musim hujan.

Hingga kini, belum ada upaya apapun dari pemerintahan setempat untuk menindak dan memberantas kegiatan perusakan lingkungan ini.

Warga dari Persatuan Masyarakat Tandai selaku pihak yang paling dirugikan akibat ilegal logging ini berharap adanya upaya dari pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak tugas para pelaku illegal logging ini.

Baca juga:
Dinas Kehutanan Sumbar Bagikan 1.000 Batang Bibit Pohon