Pelaku UMKM Harus Berdaya Saing Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Wagub Sumbar Nasrul abit (tengah) (Foto: Humas)

Padangkita.com – Demi meningkatkan produktifitas dan kualitas para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khususnya di bidang pariwisata, dibutuhkan sumber daya manusia yang siap bersaing baik ditingkat lokal maupun regional.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat dibutuhkan untuk bersaing dalam masyarakat ekonomi ASEAN.

“Untuk bersaing tingkat ASEAN perlu langkah-langkah atau persiapan yang harus dilakukan oleh masyarakat. Salah satu kesiapan awal harus mengetahui terlebih dahulu layak atau tidaknya produk tersebut dipasarkan,” katanya dikutip dari humas, Selasa (31/10/2017).

Menurutnya para pelaku UMKM di Sumatera Barat harus mengetahui dan mengenal produk yang mereka pasarkan hingga tidak ada kesamaan dengan produk-produk yang ada di luar negeri.

Produk-produk yang ditawarkan oleh UMKM kepada para wisatawan yang berkunjung, khususnya dari luar negeri harus memiliki ciri khas dan bernilai jual.

“Jangan sampai produk yang dijual atau dipasarkan sama dengan produk luar negeri. Kita harus punya khas sendiri,” kata Wagub.

Selain itu, Wagub menambahkan dalam memasarkan produk-produk yang dimiliki harus mengikuti perkembangan teknologi. Saat ini telah banyak para pelaku UMKM yang menggunakan sosial media di internet untuk menjual barang-barang yang mereka produksi.

“Dalam memasarkan produk tersebut jangan lupa dipasarkan di internet”. Karena kenyataannya saat ini, banyak pelaku usaha yang menggunakan internet sebagai media untuk memasarkan,” tambahnya.

Wagub berpendapat bahwa masyarakat Indonesia dari sumber daya manusianya hanya 40 persen yang bisa dimaksimalkan, maka dari itu perlu diberdayakan seoptimal mungkin.

Sementara itu, Staff Ahli kementerian luar Negeri bidang diplomasi Ridwan hasan menyampaikan, dalam penguatan daya saing SDM di Indonesia dalam memanfaatkan ekonomi asean harus ada kebijakan masyarakat dan UMKM.

Ridwan juga menyampaikan di Indonesia 60.000 orang yang menggunakan ponsel untuk berkomunikasi dan mencari informasi di bandingkan malaysia yg hanyak sedikit menggunakannya.

“Maka sangat mendukung sekali bagi masyarakat indonesia untuk menggunakan ponsel dan internet untuk pasaran produk dan wisata yang ada di indonesia bisa bersaing tingkat ASEAN,” katanya.

Baca juga:
Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Stagnan di 2017

Usaha mikro yang pada saat ini hanya 423.280 sedangkan usaha kecil 74.410 dan selanjutnya tingkat menengah 3.720. Maka dari itu untuk menunjang usaha Mikro, pariwisata kecil dan menengah maka perlu daya saing sumber daya manusia
dengan manfaatkan ekonomi ASEAN.