Pawai Telong-Telong Meriahkan Ulang Tahun Kota Padang ke 349

Padangkita.com – Ribuan masayakat kota Padang tumpah ruah memadati sepanjang jalan Samudera menyaksikan pawai Telong-Telong dalam rangka ulang tahun kota Padang ke-349, Senin malam (06/08/2018).

Festival Telong-Telong kali ini terlihat begitu semarak. Selain dihadiri pejabat dari kota Padang, acara ini juga dihadiri oleh pejabat dari tingkat Sumbar, nasional bahkan Internasional.

Rombongan delegasi dari negara sahabat yang tengah menjajaki kerjasama ‘sister city’ dengan Kota Padang. Yaitunya dari delegasi Provinsi Ba Ria Vung Tau Vietnam yang dipimpin Wakil Komite Rakyat Ba Ria Vung Tau, Mr. Le Tuan Quoc serta delegasi Kota Hildesheim Jerman dipimpin Walikota Hildesheim, Mr. Ingo Meyer. bahkan juga dari pewakilan negara tetangga Malaysia.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, seperti biasa setiap tahunnya pada malam sebelum hari jadi Kota Padang yang jatuh pada 7 Agustus selalu digelar Pawai Telong-telong. Pawai ini tak hanya sekedar festival biasa, namun ada sisi sejarah panjang yang terkandung di dalamnya.

“Lewat telong-telong inilah rakyat Padang sukses memporak porandakan pertahanan Belanda yang sedang menjajah Indonesia kala itu,” ujar Mahyeldi dikutip dari humas, Selasa (07/08/2018)

Mahyeldi menceritakan, dalam sejararahnya Telong-telong bermula dari sejarah waktu masa penjajahan VOC Belanda, tepatnya di tahun 1669 silam. Dalam melakukan penyerangan terhadap loji-loji penjajah, masyarakat menggunakan Telong-telong sejenis lampion sebagai peralatan seadanya yang dipasang sebanyak mungkin di sekitar kamp-kamp musuh sehingga membuat lengah pengawasan.

“Saat tentara kolonial lengah, masyarakat Kota Padang, yang berasal dari Kenagarian Pauh dan Koto Tangah pun dengan mudah melumpuhkan para tentara Belanda. Menurut saya, ini membuktikan kepada kita semua bahwasanya, meskipun dalam keterbatasan peralatan seadanya, namun kita tetap mampu melakukan penyerangan terhadap musuh. Untuk itu, mari jadikan momen bersejarah ini sebagai momen kebangkitan bagi kita semua untuk khususnya untuk kemajuan Kota Padang tercinta ini,” imbuh Mahyeldi.

Diharapkannya, melalui semangat hari jadi Kota Padang yang ke-349, seluruh warga masyarakat Kota Padang tentunya diharapkan dapat meniru dan mewarisi semangat perjuangan dan pengorbanan yang dicontohkan oleh para pendahulu tersebut. Karena tidak mungkin Padang kota tercinta ini akan maju, sukses dan lebih jaya tanpa adanya dukungan dan pengorbanan serta persatuan seluruh masyarakat.

Baca juga:
Menteri PANRB Minta ASN Terkait Tindak Pidana Segera Diberhentikan

“Jadi, siapapun saja walikotanya tanpa adanya dukungan dan persatuan dari seluruh masyarakat, mungkin mustahil bisa membangun Kota Padang ini. Karena untuk maju dan suksesnya sebuah daerah itu memerlukan sinergitas dan kekompakan semua pihak. Mari jadikan momen HUT Kota Padang ke-349 ini dengan mewarisi semangat perjuangan, pengorbanan dan kekompakan dari kita semua,” seru walikota.

Dalam pawai telong-telong kali ini, terlihat berlangsung lebih semarak yang ditambah dengan variasi-variasi yang ditampilkan. Sebagaimana ditampilkannya berbagai atraksi seni dan budaya serta potensi masing-masing daerah yang ada di 11 kecamatan terdiri dari 104 kelurahan di Kota Padang serta aksi teatrikal yang melihatkan perjuangan bangsa Indonesia khususnya warga Kota Bingkuang melawan kaum penjajah.