Paska Pembakaran Mapolres, Bupati Dharmasraya Minta Pendatang Baru Didata

Bupati Dharmasyara Sutan Riska dan Kapolres Dharmasraya Roedy Yoelianto. (Foto: Aidil Sikumbang)

Padangkita.com – Paska pembakaran Mapolres, Bupati Dharmasraya Sumatera Barat menginstruksikan seluruh perangkat daerah yakni Camat dan Walinagari untuk mendata dan memeriksa identitas para pendatang baru di daerahnya.

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terulangnya aksi teror serupa di Kabupaten termuda di Sumbar tersebut.

“Camat dan walinagari diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan setiap hari salah satunya memantau orang-orang baru yang masuk ke wilayah masing-masing,” katanya kepada wartawan, Selasa (14/11/2017).

Selain itu juga, dirinya meminta dinas kependudukan untuk melakukan pendataan serta wajib lapor terhadap orang-orang baru yang masuk ke Dharmasraya. Menurutnya kondisi kabupaten yang berbatasan dengan jambi ini, kini sudah kembali normal.

Sementara itu, Bupati Sutan Riska juga berjanji akan membantu proses pembangunan mapolres yang dibakar oleh 2 orang terduga teroris, Minggu (12/11/2017).

Selain menyampaikan rasa duka dan dukungan moril kepada Kapolres Roedy Yoelianto, Bupati juga berjanji akan membantu pembangunan darurat mapolres seperti penyediaan mobiler.

Mapolres Dharmasraya yang terletak di Jalan Lintas Sumatera, Gunung Medan, dibakar Minggu (12/11/2017), sekitar pukul 02.45 WIB. Lantas, kejadian tersebut diketahui karena aksi dua orang yang bernama Eka Fitria Akbar, 24, dan Engria Sudarmadi, 25. Keduanya berasal dari Jambi.

Ihwalnya, saat memadamkan api, salah satu petugas Pemadam Kebakaran melihat dua orang dengan pakaian hitam sambil memegang busur panah.

Personil Polres Dharmasraya langsung mengepung orang yang dicurigai tersebut. Namun orang tersebut melakukan perlawanan dengan melepaskan beberapa busur panah ke arah petugas sehingga personil Polres Dharmasraya melakukan tindakan tegas dengan menembakkan peluru ke udara.

Akan tetapi, bilang Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat Irjen Pol Fakhrizal, kedua orang tersebut tetap melakukan perlawanan sehingga dilakukan penembakan ke arah kedua pelaku tersebut. Akibat terkena timah panas, keduanya meninggal di tempat.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, sambungnya, adalah 1 busur panah, 8 buah anak panah, 2 buah sangkur, 1 bilah pisau kecil, 1 buah sarung tangan warna hitam, dan 1 lembar kertas.

(Aidil Sikumbang)

BAGIKAN