Pasca Serangan Air Keras, Novel Baswedan Tren di Twitter

PadangKita – Kasus serangan air keras yang menimpa penyidik senior Korupsi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, menjadi tren di ranah twitter.

Hingga pukul 13.24 WIB, penyebutan nama Novel Baswedan menempati posisi dua di trending topic Indonesia, dengan jumlah ciutan 40 ribu kali.

Bukan itu saja, duka dan dukungan semangat juga menggelora di twitter dengan tagar #SaveNovel dan #SaveKPK.

“Kalau penyiraman air keras terhadap Novel itu diduga dilakukan oleh suruhan koruptor, maka kita harus maju melawannya,” kata peneliti Pukat Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Hifdzil Alim.

Akun Aris Windu TH mengeluarkan ciutan, mengutuk tindak kekerasan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

“Sebodoh-bodohnya perlawanan adlh menyerang sisi personal. Sebiadabnya perlawanan adlh dgn melakukan penyerangan fisik,” tulis akun M. Nurul Fajri.

Sebelumnya, Novel disiram air keras oleh orang tidak dikenal, sepulang salat subuh di Masjid Al Ikhsan sekitar rumahnya di Kepala Gading Jakarta Utara, Selasa (11/4).

Koordinator Lembaga antikorupsi Integritas, Arief Paderi mengkhawatirkan aksi penyerangan ini dilakukan oleh pihak-pihak tertentu atau koruptor yang memusuhi gerakan pemberantasan korupsi oleh KPK.

Novel sering diteror saat memimpin sejumlah kasus besar. Teror kembali dialami Novel saat menjadi salah satu penyidik kasus besar E-KTP yang diduga banyak melibatkan politisi di Tanah Air.

Makanya, kata dia, patut diduga adanya upaya perlawanan terhadap gerakan antikorupsi di Indonesia. Polisi harus segera mengungkap kasus ini untuk mencari aktor-aktor yang terlibat.

Baca juga:
Pengerjaan Jalur Dua Bypass Padang Kembali Dikebut