OJK Sumbar Perkirakan Kredit Pertanian Tumbuh 15 Persen

Tanaman padi di sela perkebunan sawit, sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan lahan di Pasaman Barat, Sumbar, beberapa waktu lalu (f/abimayu)

PadangKita – Minimnya perhatian perbankan ke sektor pertanian membuat pengembangan usaha produksi pertanian dan pangan terhambat, sehingga berpotensi menyebabkan kerawanan pangan.

Padahal, kepedulian yang tinggi ke bidang pertanian melalui pemberian modal untuk usaha tani, dipastikan mampu mendorong peningkatan produksi dan mengembangkan sektor pertanian.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat menargetkan tahun ini kredit ke sektor pertanian secara keseluruhan di Sumbar bisa tumbuh mencapai 15 persen, setelah tahun lalu mengalami perlambatan pertumbuhan di kisaran 5,3 persen.

“Targetnya pertumbuhan kredit ke petani rata-rata 14 – 15 persen,” kata Indra Yuheri, Kepala OJK Sumbar, Minggu, 26 Maret 2017.

Ia meyakini dengan semakin baiknya harga komoditas pertanian menjadi daya tarik bagi perbankan untuk memperluas jangkauan ke masyarakat petani.

Apalagi, OJK juga memberikan dorongan dalam bentuk program akselerasi, sinergi dan inklusi (AKSI) pangan yang mendapat dukungan penuh pemerintah dan kerjasama dengan industri keuangan.

Secara nasional, program itu ditargetkan menghasilkan kucuran kredit senilaiRp260 triliun atau naik 14,12 persen ke sektor tani, buruh, dan hutan tahun ini melalui 19 bank yang menjadi mitra.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menjamin dukungan daerah untuk program tersebut, mengingat hampir setengah penduduk Sumbar bergerak di bidang pertanian.

Ia mengatakan program tersebut akan berdampak langsung kepada masyarakat Sumbar yang sebagian besar bergerak di sektor pertanian untuk mengembangkan usaha produksinya.

“Dengan turunnya perbankan ke dunia pertanian akan berdampak langsung kepada masyarakat, program ini konkrit dan pemda akan mendukung penuh,” katanya.

Selama ini, sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Sumbar yang kontribusnya mencapai 23,08 persen.

Ia meyakini dengan semakin gencarnya perbankan ambil bagian menyalurkan kredit produktif ke sektor usaha produksi pertanian dan pangan, akan berkontribusi menciptakan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Baca juga:
Dua BUMD Milik Pemprov Sumbar Ditutup