Obati Rindu ‘Kampuang’, Perantau Jakarta Pergilah ke Kampoeng Minangkabau

Acara Kampoeng Minangkabau (Foto: Humas Pemprov Sumbar)

Padangkita.com – Perantau Ranah Minang di Jakarta dan sekitarnya, obat rindu kampung halaman itu tidak harus pulang kampung. Cukup datang ke acara Kampoeng Minangkabau “Culinary and Craft Festival ” di Lapangan Banteng Jakarta Pusat, kerinduan akan luruh.

Kampoeng Minangkabau “Culinary and Craft Festival ” berlangsung sejak kemarin, Jum’at, (28/4/2017) hingga Senin, 1 Mei 2017.

Acara Kampoeng Minangkabau “Culinary and Craft Festival ” memperkenalkan ragam kuliner, seni dan budaya , talkshow wisata halal, bedah buku Manusia Minangkabau, grand launching Saudagar Minang Raya dan lain-lain.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam sambutannya melalui Kabiro Humas Jasman menyampaikan, Festival Kampoeng Minang merupakan ide cemerlang dari anak-anak muda Minang Jabodetabek Jakarta, tanpa adanya bantuan dana dari APBD sepeser pun.

”Kita mengapresiasi kreatifitas anak-anak muda minang yangg bangga dengan daerah asalnya dan jiwa Keminangannya. ini merupakan “Proud of Minangkabau” atau sekarang lebih dikenal dengan nama gerakan minangpride, ” ujar Irwan sebagaimana rilis yang diterima Padangkita.com.

Irwan juga mengajak bagaimana hal-hal positif yang patut dikembangkan, apalagi yang membawa khas minang menjadi tren tersendiri dalam ragam perkembangan pola jejaring promosi pasar saat ini.

Menurutnya, acara perlu didorong karena merupakan bahagian promosi wisata kuliner Sumatera Barat.

”Kita mendorong apapun kegiatan yang positif apalagi selalu membawa membawa ciri khas Minang,” tukasnya.

Jika ada yang mengatakan Minang sulit bersatu, kata Irwan, hari ini terbantahkan, ternyata masyarakat Minangkabau bersatupadu di rantau dan itu membuat kebanggaan dan terharu sebagai orang Minang.

”Kita menghimbau dan mengajak para dunsanak yang di rantau, di mana saja daerahnya, untuk bersama-sama mempromosikan wisata Sumatera Barat- Ranah Minang kepada siapa saja, tanpa kerjasama dan bantuan masyarakat kita akan cukup waktu dan biaya melakukan propaganda wisata Sumbar. Hanya satu tekad ” Basamao Mangko Manjadi,” serunya.

Irwan juga mengajak setiap masyarakat Sumbar kira menonton film Surau dan Silek.

Film ini akan memberikan apresiasi kepada generasi muda dari minang yang begitu cinta kepada kampung halamannya. Film ini sangat bagus dan pantas kita berikan pujian, mari kita saksikan bersama-sama.

Baca juga:
Tradisi Melepas Nazar di Makam Keramat Jelang Ramadan

Penggagas acara, Adek Hendri Hasan mengatakan acara ini awalnya di gagas oleh komunitas Anak-Anak Minang (Anak2 muda Minang Javodetabek) dan di tempat yang sama 4 bulan lalu diadakan Festival Jajanan Minang.