Ngeri, 7 Tahun Terakhir Ditemukan 214 Sesar Gempa Aktif di Indonesia

Peta Zonasi Gempa 2010. (Foto: http://puskim.pu.go.id)

Padangkita.com – Tujuh tahun terakhir terjadi peningkatan sesar aktif pemicu gempa yang cukup signifikan. Jika peta gempa tahun 2010 hanya 81 sesar aktif, maka peta gempa 2017 ditemukan 295 sesar aktif.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, meskipun sesar aktif bertambah, bukan berarti pembangunan infrastruktur akan terhambat. Proyek infrastruktur tetap bisa dilakukan dengan lebih hati-hati.

“Bukan berarti tidak boleh dibangun. Dengan data terbaru ini, standar keselamatan yang digunakan akan semakin tinggi,” jelas Basuki, dalam peluncuran Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 di Jakarta, kemarin, seperti disadur dari pu.go.id.

Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 merupakan hasil pemutakhiran peta gempa tahun 2010. 

Peluncuran dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga dan Ketua Tim Penyusunan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 Masyhur Irsyam.

Basuki berharap peta gempa bisa dijadikan masukan dan batasan untuk para perencana, terlebih saat ini pembangunan infrastruktur di Indonesia menjadi prioritas.

“Diluncurkannya peta ini membantu kita semakin memahami resiko, memperkuat tatakelola, berinvestasi yang berketahanan, dan meningkatkan kesiapan menghadapi bencana,” ujarnya. 

Kementerian PUPR bersama para ahli pakar gempa melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa dengan menyiapkan pemutakhiran Peta Gempa setiap lima tahun yang menjadi acuan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan bangunan gempa.

Penyusunan pembaharuan Peta Gempa 2017 mengacu konsep Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) dan Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA) dengan menggunakan  semua data dan informasi serta metode terkini untuk wilayah Indonesia.

Basuki juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras tim penyusun Peta Sumber dan Bahaya Gempa 2017 yang memberikan manfaat bagi banyak sektor terkait dalam melakukan berbagai perencanaan terutama pembangunan infrastruktur. 

Sementara itu Kepala Balitbang Danis H. Sumadilaga mengatakan tersusunnya Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 akan dilanjutkan dengan revisi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang terkait dengan keamanan dan keselamatan konstruksi bangunan.

Kementerian PUPR sendiri bersama BNPB, BMKG, Badan Geologi, LIPI, Badan Informasi Geospasial, BPPT, ITB, dan UGM membentuk organisasi yang dinamakan PuSGen (Pusat Studi Gempa Nasional).

Pusat Litbang Perumahan dan Pemukiman, Balitbang, Kementerian PUPR ditunjuk untuk memfasilitasi kegiatan PuSGen meliputi koordinasi dan sinkronisasi kegiatan kegempaan, meneliti, mengembangkan, mendesiminasikan, serta mempromosikan ilmu pengetahuan dan teknologi terkait bencana gempa.

Ketua Tim Penyusunan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017, Masyhur Irsyam mengatakan penambahan jumlah sesar diketahui setelah dilakukan penelitian lapangan yang dilakukan oleh tim.

“Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 tentu lebih lengkap dibandingkan peta sebelumnya,” tandasnya

Baca juga:
Gempa 4,8 Skala Richter Dipicu Sesar Aktif Mentawai