Neraca Perdagangan Surplus, Presiden Minta Impor Ditekan

Presiden Jokowi didampingi Menperin dan Seskab menghadiri Pembukaan Indonesia Industrial Summit Tahun 2018 dan Peluncuran “Making Indonesia 4.0”, di Cendrawasih Hall, JCC Senayan, Jakarta, Rabu (4/4) pagi. (Foto: Rahmat/Humas)

Padangkita.com –  Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan neraca perdagangan sepanjang September 2018 lalu menunjukkan adanya surplus kurang lebih 230 juta dollar AS.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik laporan tersebut dan mengatakan hal tersebut memperlihatkan arah perkembangan ekonomi yang membaik.

“Ini memperlihatkan arah perkembangan yang baik dari kinerja ekonomi kita, karena pada rapat rapat yang lalu kita selalu berkonsentrasi untuk menekan impor dan meningkatkan ekspor,” kata Presiden dikutip dari humas, Selasa (16/10/2018).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, BPS melaporkan bahwa nilai ekspor Indonesia pada September 2018 mencapai 14,83 miliar dollar AS. Sedangkan nilai impor pada bulan yang sama tercatat 14,60 miliar dollar AS. Dengan demikian, neraca perdagangan bulan September 2018 itu tercatat surplus sekitar 230 juta dollar AS.

Meski sudah menunjukkan angka surplus, Presiden Jokowi dalam sidang kabinet paripurna itu meminta kembali agar langkah-langkah terobosan dalam rangka meningkatkan ekspor dan mengendalikan impor harus terus dilanjutkan, dipantau terus di lapangan, sehingga bulan-bulan ke depan juga masih surplus.

“Saya juga minta Bapak Menteri bekerja lebih detil dalam rangka upaya peningkatan ekspor, baik migas maupun non migas. Tolong migasnya juga dilihat, non migasnya juga terus di lihat,” tegas Presiden.

Sementara yang berkaitan dengan program Biodiesel-20 (B-20), Presiden meminta laporan, dan harus dipastikan eksekusinya di lapangan.

“Saya mendengar ada sedikit masalah mengenai pasokan dari CPO, nanti saya minta laporan mengenai hal ini,” ucap Presiden Jokowi.

Baca juga:
Dukung E-Commerce, Garuda Tambah CSC di Menara Halim