Naskah Nyonya-Nyonya FIB Unand Tampil di USU

Anggota Teater Langkah FIB Unand (Foto: unand.ac.id)

Padangkita.com – Sebanyak 27 mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand Teater Langkah melaksanakan ekspedisi ke Sumatra Utara pada 9-10 Maret lalu untuk pementasan di gedung pertemuan FIB USU.

Teater Langkah dengan 27 orang mahasiswa tersebut menampilkan naskah Nyonya-nyonya yang disutradarai oleh Rahmawati, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2014.

Tak hanya itu, penampilan mereka juga didukung oleh Bengkel Seni Tradisional Minangkabau (BSTM) FIB Unand, Bakatuntang.

Sebelumnya, Teater Langkah sudah sering diundang ke luar kota untuk tampil. Kali ini, mereka akan tampil di Sumatera Utara dengan menyuguhkan tema “Eskpedisi Tanah Sumatera: Menapak Tanah Deli”.

Wakil Dekan III FIB, Imelda Indah Lestari mengungkapkan bahwa Fakultas Ilmu Budaya mendukung setiap kreativitas dan prestasi yang dihasilkan oleh mahasiswa. Keberangkatan Teater Langkah ke Medan kali ini pun mendapat dukungan dari pimpinan fakultas.

“Kita minta mereka bisa menampilkan yang terbaik dan bisa menjadi corong Fakultas Ilmu Budaya di Medan. Kita juga minta mereka dapat melihatkan sisi positif mahasiswa FIB karena selama ini orang memandang rendah terhadap FIB, padahal anak-anak kita juga anak-anak yang kreatif. Anak-anak muda yang mau menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia, khususnya Minangkabau,” katanya dikutip dari laman unand.ac.id, Selasa (13/3/2018).

Terkait pertunjukan ini, naskah Nyonya-nyonya telah dipentaskan di Fakultas Ilmu Budaya pada tanggal 1 Februari 2018 lalu. Acara di FIB Unand tersebut sukses dan kemudian digarap kembali sebelum pementasan di Medan.

Dalam hal ini, pemain Nyonya-nyonya telah melakukan latihan selama enam bulan. Selama proses latihan, kendala yang timbul di antaranya ialah jumlah aktor tidak lengkap dan jadwal perkuliahan yang padat.

“Kendala yang berat tidak ada, kecuali jadwal latihan karena pemain berasal dari angkatan yang berbeda. Selain itu, masing-masing aktor mempunyai pengalaman yang berbeda sehingga agak susah menyatukan pendapat. Namanya juga proses, semua tetap dijalani,” ujar Rahmawati, sutradara pementasan drama Nyonya-Nyonya.

Tidak hanya itu, Rahmawati juga mengungkapkan bahwa pementasan ke Medan juga memiliki sejumlah masalah, seperti properti.

Baca juga:
Apakah Mandi Malam Berbahaya Bagi Kesehatan? Berikut Penjelasannya

“Properti yang dipakai cukup besar. Di panggung harus ada kasur sehingga kami kesulitan,” lanjut mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2014 ini.

Meskipun demikian, ia berharap agar ke depannya Teater Langkah bisa melakukan berbagai pementasan, tidak hanya di Medan, tetapi juga di berbagai kota lainnya di Indonesia.

“Kami berharap bisa tampil di mana pun dan diundang untuk melakukan pementasan” ujar Widya Wulansari, asisten sutradara pementasan drama Nyonya-nyonya.