Marak Penipuan, Masyarakat Diminta Waspadai Media Sosial

Ilustrasi. (Foto: pexels.com)

Padangkita.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang meminta masyarakat waspada terhadap maraknya aksi penipuan melalui media sosial belakangan ini.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padang, Didi Ariyadi mengajak pengguna aplikasi media sosial seperti facebook, twitter atau instagram menjadi pengguna yang cerdas.

“Kepada masyarakat agar waspada terhadap penipuan melalui facebook atau media sosial lainnya yang marak akhir-akhir ini,” kata Didi Ariyadi, Selasa (25/04/2017).

Dia meminta masyarakat jangan mudah percaya jika ada pengguna media sosial yang tiba-tiba minta bantuan. Masyarakat harus bisa memastikan kebenaran informasinya terlebih dahulu jika ingin membantu.

“Jangan mudah percaya kepada seseorang yang tiba-tiba meminta dikirimi uang, walaupun akun itu atas nama orang yang kita kenal. Bisa saja akunnya dibajak oleh orang lain. Pastikan bahwa kita mendapatkan informasi dari orang yang kita kenal,” kata Didi, seperti dirilis dari laman facebook resmi pemko Padang.

Saat ini, banyak korban akibat penipuan lewat media sosial. Hacker meretas akun pribadi seseorang dan meminta sejumlah uang kepada seluruh teman pemilik akun tersebut. Mereka yang percaya, langsung mengirimkan uang ke nomor rekening yang diberikan. Sedangkan pemilik akun sebenarnya tidak mengetahui bahwa akun pribadinya telah diretas dan dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Sebagai informasi, Indonesia menempati peringkat ke-10 dengan jumlah penipuan di media sosial terbanyak di wilayah Asia Pasifik dan Jepang.

Hal tersebut tertera pada laporan tahunan dari perusahaan keamanan Symantec bertajuk “Internet Security Threat Report (ISTR) volume 21” yang dikeluarkan awal 2016.

Lebih spesifik, ada 0,29 persen serangan cyber via media sosial yang terjadi di Tanah Air sepanjang 2015. Sementara pada peringkat pertama dan kedua yang diduduki India dan Australia, masing-masing meraup 15,96 persen dan 2,76 persen.

Indonesia memang menjadi salah satu negara sasaran para penjahat cyber. Pasalnya, penetrasi internet di Indonesia sedang berkembang pesat. Pendapatan perkapita pun stabil dengan jumlah masyarakat kelas menengah yang semakin mayoritas.

Baca juga:
Kata Wapres JK Sumbar Kekurangan Ulama, Begini Tanggapan Mahyeldi