Malas Gerak, Risiko Penyakit dan Kematian Mengincarmu

Padangkita.com – Seperti diketahui, jarang bergerak ternyata berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Selain dapat menyebabkan penurunan kelincahan tubuh, jarang bergerak juga cepat membuat tubuh cepat menua.

Bahkan studi terbaru menyatakan mereka yang tidak banyak bergerak dari tempat duduk atau duduk lebih dari 6 jam sehari memiliki risiko kematian 50 persen lebih besar dibandingkan mereka yang aktif bergerak.

Dilansir dari healthyy, selain menyebabkan risiko kematian 50 persen, dampak lain dari seseorang yang jarang bergerak adalah penyakit jantung, obesitas, kanker ataupun diabetes.

Berdasarkan studi tersebut, ketika seseorang duduk terlalu lama, pankreas akan dipaksa untuk menghasilkan insulin lebih banyak. Sehingga dalam jangka waktu yang lama, bisa menyebabkan resiko diabetes.

Selain itu, saat seseorang duduk terlalu lama jumlah aliran darah ke otak menjadi lebih sedikit dan bisa mempengaruhi kinerja otak.

Jika hanya duduk sepanjang hari, pencernaan akan mengalami masalah. Diantaranya akan muncul sembelit, kembung, dan mulas. Duduk dalam waktu yang lama juga berakibat buruk terhadap tulang punggung. Karena otot di punggung tersebut tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Hal inilah yang nantinya menyebabkan nyeri punggung dan leher.

Terlalu banyak duduk juga bisa meningkatkan penumpukan lemak di arteri yang dapat berakibat buruk pada jantung nantinya.

Kurang bergerak juga bisa membuat tulang-tulang pada tubuh melemah. Sehingga nantinya akan memunculkan resiko osteoporosis. Untuk itu, rajin-rajinlah bergerak.

Baca juga:
Pemkab Pesisir Selatan Berpedoman Kepada Fatwa MUI Melakukan Imunisasi Rubella