Makin Meresahkan, Pelaku Tawuran Akan Ditindak Tegas

Tawuran pemuda (foto: generusindonesia.wordpress.com)

Padangkita.com – Aksi tawuran antar remaja di Kota Padang sudah sangat mengkhawatirkan dan meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, Pemko Padang berjanji akan menindak tegas pelaku tawuran yang tertangkap.

Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah mengatakan aksi tawuran yang terjadi saat ini, khususnya selama bulan Ramadan sudah sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Jika mereka tertangkap mereka akan dibina dan pembinaan akan dilakukan oleh TNI dan Polri. Hal ini menurutnya sudah dikoordinasikan dengan dua instansi tersebut.

“Kita akan bina mentalitas dan nasionalismenya,” kata Mahlyedi kepada wartawan, Selasa (30/05/2017).

Baca Juga: Pada Ramadan, Tawuran di Padang Menjadi-Jadi

Saat ditanya tentang program pembinaan yang akan dilakukan bagi remaja yang tertangkap saat tawuran ini, Mahyeldi mengatakan model pembinaannya akan disesuaikan.

Walikota juga meminta peran serta orang tua dan keluarga untuk bisa mengantisipasi hal tersebut. Menurutnya, jika lingkungan peduli dengan aktivitas yang akan mereka lakukan maka aksi tawuran tersebut kemungkinan besar bisa dicegah.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang Dian Fakri menyebut bahwa pihaknya akan terus memburu pelaku aksi tawuran ini. Menurutnya tawuran antar remaja ini sudah sangat meresahkan masyarakat

“Parahnya, pelaku tawuran tidak saja kalangan remaja, bahkan sudah menjalar ke anak sekolah dasar,” katanya, seperti dilansir dari laman resmi facebook pemko Padang, Selasa (30/05/2017).

Aksi tawuran ini tidak saja dilakukan pada malam hari. Bahkan aksi “cakak banyak” itu terjadi setelah salat tarawih maupun salat subuh. Aksi ini cukup meresahkan warga kota.

Bila sudah terjadi bentrok, tak sedikit jatuh korban. Mereka yang terlibat bentrok mengalami luka-luka ringan maupun luka serius.

“Ini sudah meresahkan masyarakat, kita akan terus memburu para pelaku tawuran tersebut,” tegas Dian.

Perkelahian dalam jumlah banyak ini tidak menggunakan tangan kosong. Tetapi sudah menggunakan senjata tajam berbahaya. “Samurai, golok, gergaji es mereka gunakan,” terang Dian. (Aidil Sikumbang)

Baca juga:
Begini Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Padang