LKAAM: Perayaan Hari Valentine Bertentangan dengan Adat Minangkabau

Ilustrasi. (Foto: Pexels.com)

Padangkita.com – Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau mengimbau masyarakat Minang untuk tidak ikut merayakan Hari Valentine yang diperingati setiap 14 Februari. Perayaan Hari Kasih Sayang itu dinilai bertentangan dengan adat Minangkabau.

Ketua LKAAM Sumbar M. Sayuti dt. Rajo Pangulu menjelaskan adat Minangkabau berpatokan kepada agama Islam. Hal itu sesuai dengan ungkapan: Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (Adat bersendikan agama Islam, agama Islam bersendikan Alquran).

“Menurut agama Islam, sebagaimana juga telah dimaklumatkan oleh MUI Sumbar, Hari Valentine haram dirayakan. Perayaan Hari Valentine bertentangan dengan ajaran Islam,” ujar Sayuti kepada Padangkita.com, Rabu (14/02/2018).

Menurut Sayuti, perayaan Hari Valentine, terutama yang dilakukan muda-mudi sering menjadi gerbang menuju maksiat. Tidak jarang perayaannya diwarnai dengan pergaulan bebas dan perzinaan.

Ia juga mengatakan di dalam Islam sepanjang masa adalah hari kasih sayang. Jadi tidak ada alasan merayakan hari tertentu untuk berkasih sayang, apalagi bila diikuti dengan perbuatan maksiat.

“Berdasarkan sejarahnya, perayaan Hari Valentine bermula dari kisah hubungan kasih sayang antara laki-laki perempuan dalam melakukan maksiat tanpa nikah. Jelas-jelas ini melanggar hukum syarak dan adat,” ujarnya.

Sayuti melanjutkan, hingga saat ini memang belum ada Undang-undang atau peraturan dari pemerintah mengenai pelarangan perayaan Hari Valentine. Meski demikian, dengan mengacu ke Undang-undang No. 1 Tahun 1953, jika belum ada UU yang mengatur perilaku hidup masyarakat, hal itu dikembalikan ke hukum adat.

Ia pun mengimbau masyarakat Minangkabu, terutama bagi muda-mudi untuk tidak ikut-ikutan merayakan Hari Valentine. Para ninik mamak diimbau untuk menjaga kemenakannya, sedangkan ibu-bapak diimbau untuk menjaga anak-anaknya agar tidak merayakan hari tersebut.

“Bila ada orang Minang yang ikut merayakan Hari Valentine, berarti ia sudah keterlaluan meninggalkan syarak dan adat. Perayaan Hari Valentine bagi orang Minang sangat sangat sangat terlarang dan tercela,” tegasnya.