Lima Bom Meledak dalam Dua Hari, Warga Diajak #BersatuLawanTerorisme

Padangkita.com – Setelah kejadian di tiga lokasi di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pukul 7 pagi, pada malam hari juga terjadi ledakan di Sidoarjo, yakni pukul 9 malam. Hingga konferensi pers di Mapolda Jatim Surabaya, Senin (14/5/2018) dilangsungkan, total korban tewas di dua lokasi tersebut tercatat sebanyak 17 orang dan total luka-luka 45 orang.

Pada Senin (14/5) pagi, aksi bom bunuh diri juga terjadi di gerbang masuk kantor Polretabes Surabaya. Sejauh ini sepuluh orang, yaitu enam warga dan empat petugas Polri luka-luka. Sedangkan korban tewas diduga pelaku 4 orang

Aksi bom bunuh diri ini membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram. Ia mengecam tindakan terorisme ini yang dinilainya sungguh biadab, dan di luar batas kemanusiaan karena telah menimbulkan korban anggota masyarakat, anggota kepolisian, dan anak-anak yang tidak berdosa.

“Ini adalah tindakan pengecut, tindakan yang tidak bermartabat, tindakan biadab,” kata Jokowi, Senin (14/5/2018) pagi, dilansir dari setkab.go.id.

Presiden menegaskan lagi, bahwa pemerintah akan melawan terorisme dan akan basmi sampai ke akar-akarnya.

“Saya sudah perintahkan kepada Kapolri untuk tegas, tidak ada kompromi dalam melakukan tindakan-tindakan di lapangan untuk menghentikan aksi-aksi teroris ini,” tegasnya.

Selain itu, dalam kesempatan berbeda, Jokowi menekankan bahwa terorisme adalah kejahatan kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya.

“Tak ada kata yang dapat menggambarkan betapa dalam rasa duka cita kita semuanya atas jatuhnya korban serangan bom bunuh diri di Surabaya ini,” ucapnya, Minggu (13/5/2018) sore, dilansir dari setkab.go.id.

Presiden mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme dan radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan kebinekaan.

Presiden juga mengimbau kepada seluruh rakyat di seluruh pelosok tanah air agar semuanya tetap tenang, menjaga persatuan, dan waspada.

“Hanya dengan upaya bersama seluruh bangsa, terorisme dapat kita berantas. Kita harus bersatu melawan terorisme,” tegas Presiden Jokowi.

Secara terpisah, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung melalui akun twitternya juga mengutuk tindakan brutal dan pengecut yang dilakukan oleh teroris di Surabaya itu.

Baca juga:
Sedang Tertidur, Pengedar Ganja di Solok Ditangkap Polisi

“Mengutuk tindakan brutal dan pengecut yg dilakukan oleh teroris di tiga titik Surabaya, dan mendoakan kepada para korban yg meninggal mendapatkan tempat yg terbaik dan korban luka segera sembuh #BersatuLawanTerorisme,” tulisnya dilansir dari setkab.go.id.

Kasus terorisme di Surabaya itu membangkitkan semangat warga yang bereaksi melalui media sosial dengan tagar #BersatuLawanTerorisme. Mereka menyerukan, jangan pernah memberi angin apalagi bersimpati pada teroris. Rapatkan barisan #BersatuLawanTerorisme.