Kota Padang Rawan Timbulan Sampah

Sampah yang bertebaran di kawasan Pantai Padang, Senin (11/09/2017). (Foto: Aidil Sikumbang)

Padangkita.com – Kota Padang yang memiliki panjang garis pantai sekira 84 kilometer dengan 5 sungai besar rawan dengan pencemaran yang disebabkan oleh sampah. Hal tersebut disebabkan masyarakat yangmasih membuang sampah ke selokan dan sungai. Sampah-sampah tersebut terbawa arus air dan menuju ke laut.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, produksi sampah di Kota Padang mencapai 600 ton per hari. Dari jumlah tersebut cuma sekira 97 ton yang terpilah dan melalui proses pengomposan. Sedangkan 503 ton sisanya diangkut ke tempat pembuangan akhir di Air Dingin.

Kepala DLH Kota Padang Al Amin menjelaskan, salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan Gerakan Kecamatan Bersih (Gerkasih). Gerkasih merupakan langkah lanjut bagi Pemerintah Kota Padang untuk lebih meningkatkan partisipasi dan
membulatkan tekad masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, Dinas terkait memulai gerakan bersih-bersih dimulai dari hulu pantai. selain itu, pemko Padang mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sembarang tempat.

“Melalui Gerakan Kecamatan Bersih (Gerkasih) kita mulai dari hulu untuk menjaga kebersihan pantai dan laut,” kata Al Amin.

Al Amin melanjutkan, pihaknya selalu melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait pengelolaan sampah ini. Kepedulian dan keikutsertaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat diharapkan. Kebersihan, sebut dia, bukan milik pemerintah dan walikota saja, tetapi milik semua orang.

Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, perlu kesadaran tinggi dari masyarakat untuk menjaga kebersihan, terutama tidak membuang sampah ke sungai dan di pantai. Selain itu, tindakan antisipatif dan penanganan melalui kegiatan memungut sampah dari komunitas dan unsur masyarakat lainnya juga sangat diperlukan.

“Adanya kegiatan membersihkan pantai oleh komunitas dan unsur masyarakat sangat diperlukan, selain kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke pantai,” kata Mahyeldi, dikutip dari humas, Minggu (10/12/2017).

Menurut Mahyeldi, hingga saat ini sampah masih menjadi masalah dan isu nasional. hal ini disebabkan mengingat timbulan sampah terus meningkat. Sejalan juga dengan kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat berakibat sampah plastik semakin besar dan beragam.

“Tantangan besar inilah yang mendorong Pemko Padang berupaya mengurangi timbulan sampah untuk mewujudkan Padang selalu bersih,” ujarnya.

Pada bulan Oktober lalu, sebanyak 150 ton sampah juga berhasil dibersihkan di angkat dari kawasan pantai Padang. Tumpukan sampah di sepanjang pantai Padang tersebut memang kerap kali terjadi tiap usai hujan lebat dan banjir melanda kota. Sampah-sampah tersebut berasal dari limbah rumah tangga seperti plastik, bekas bungkus makanan, botol minuman, akar-akar pohon dan lain sebagainya.