Ketua MUI Bukittinggi: Islam Bukan Teroris

Padangkita.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bukittinggi mengimbau Da’i dan Mubaligh, agar dalam penyampaian ceramah selama Ramadhan 1439 Hijriah, memberikan penegasan bahwa Islam bukan teroris, dalam ajaran Agama Islam tidak ada diajarkan cara berjihad dengan meledakkan diri dengan menggunakan bom.

Penegasan itu disampaikan Ketua MUI Kota Bukittinggi Aidil Alfin, Jum’at (18/5/2018), menurutnya, peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dan penyerangan di Pekanbaru dalam satu minggu ini, banyak pandangan dan pemikiran yang menyatakan itu erat kaitannya dengan Islam yang menjadi teroris, dan hal itu tidak ada benarnya.

“Terkait penyerangan tersebut yang sering kali dikaitkan dengan islam, maka pihak MUI Kota Bukittinggi menyampaikan kepada Da’i dan Mubaligh, untuk meluruskan pemahaman itu menjadi misi ceramah di bulan Ramadhan, dengan menegaskan Islam bukanlah teroris,” terangnya.

Menurut Aidil Alfin, Islam merupakan Agama yang damai tanpa paksaan, tidak ada hubungannya dengan kekerasan, sesuai dengan prinsip, yang hidup berdampingan dengan sesama, baik non muslim atau muslim yang berbeda mazhab

“Secara utuh Agama Islam menjaga kerukunan persatuan dan perdamaian dan terorisme dalam bentuk apapun haram dalam Islam, dan keyakinan itu menyatakan Islam bukanlah terorisme. Maka dari itu Da’i dan Mubaligh ketika mengisi ceramah Ramadhan di Masjid harus menyampaikannya pada jamaah Masjid dan seluruh umat muslim,” jelasnya.

Menurut Aidil Alfin, pemahaman tentang bahaya terorisme akan menjadi salah satu topik tausiah kepada masyarakat dan umat, untuk mengedepankan Agama Islam yang rahmatanlil’alamin, islam yang jauh dari teroris.

“Terkait adanya hasutan dijelaskan bahwa tidak ada ajaran Islam yang mengajarkan untuk melakukan teroris, jika ada oknum yang melakukan adalah yang salah menafsirkan ajaran Islam yang menyimpang terhadap penafsiran ajaran Islam, karena Islam bukan terorisme karena Islam mengajarkan kedamaian dan hidup berdampingan tidak ada ajaran Islam mengajarkan kekacauan,” ulasnya.

Tuduhan itu Islam bagian dari teroris itu sambung Aidil Alfin, bisa jadi karena adanya usaha propaganda barat, dimana jika ada umat Islam melakukan kesalahan dan tindakan kekerasan maka agama yang disalahkan, maka dari itu masyarakat jangan sampai terpengaruh.

“Disamping itu, Majelis Ulama Islam (MUI) pusat, juga telah mengeluarkan fatwa tentang terorisme yakni fatwa Nomor 3 tahun 2014, yang berbunyi apapun bentuk terorisme haram hukumnya,” tukas Aidil Alfin.

Guspra Koto