Kepala BI Sumbar: Mutasi Ke Tokyo, Diganti Dari London

Puji Atmoko (kiri) Mirza Adityaswara (tengah) dan Endy Dwi Tjahjono (kanan). (Foto: dok padangkita)

Padangkita.com – Kepala Bank Indonesia Sumatera Barat Puji Atmoko dimutasi ke Tokyo, Jepang, dan penggantinya adalah Endy Dwi Tjahjono yang sebelumnya menjabat kepala BI di London, Inggris.

Puji, 2 tahun 9 bulan bertugas di Sumbar, dan akan memulai petualangan baru sebagai Kepala Perwakilan BI di Tokyo. Sementara itu, Endy yang sudah 2 tahun bertugas di Inggris ditarik memimpin perwakilan Sumbar.

“Tugas utama kepala perwakilan BI tentu saja mengendalikan inflasi, menciptakan inflasi yang rendah dan stabil,” kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara setelah serah terima jabatan Kepala BI Sumbar, Senin (7/8/2017).

Ia menuturkan kepala perwakilan BI harus membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak untuk menciptakan inflasi yang rendah dan terkendali, memastikan kualitas uang yang beredar dalam kualitas yang baik, dan memastikan uang rupiah tersebar di seluruh pelosok Sumbar.

Selain itu, tentu saja memastikan sistem keuangan di Sumbar juga sehat. Karena dengan sistem keuangan yang sehat, maka kinerja perbankan juga akan bagus, sehingga bisa menyalurkan kredit untuk membiayai sektor usaha dan menggerakan ekonomi.

Mirza meminta Endy Dwi Tjahjono, pejabat Kepala BI Sumbar yang baru melanjutkan kinerja pejabat sebelumnya yang berhasil membangun komunikasi yang baik dengan stakeholder dan pelaku ekonomi di Sumbar.

Apalagi, dalam dua tahun terakhir inflasi Sumbar cenderung rendah dan terkendali. Bahkan tim pengendalian inflasi daerah (TPID) Sumbar terpilih sebagai TPID terbaik tahun 2016 untuk wilayah Sumatra dalam hal pengelolaan inflasi.

Tahun lalu misalnya, inflasi Sumbar tercatat hanya sebesar 4,89 persen jauh lebih rendah dari beberapa tahun sebelumnya yang bahkan sampai menyentuh hingga dua digit. Tahun ini, BI memperkirakan inflasi Sumbar juga di kisaran 4 persen plus minus 1 persen.

TIPD Sumbar dianggap berhasil meredam gejolak harga komoditas pangan yang acap kali menjadi penyebab inflasi daerah itu. Seperti cabai merah, bawang merah, dan beras. Namun, tahun ini, inflasi sebagian besar ditopang harga tiket pesawat saat libur dan lebaran, serta harga yang diatur pemerintah.

Sementara itu, Endy berharap dirinya mampu melanjutkan pencapaian yang ditorehkan Kepala BI Sumbar sebelumnya, dan melanjutkan upaya penanganan inflasi untuk mengejar angka inflasi yang rendah dan stabil.

“Semoga saya bisa melanjutkan tugas kepala BI Sumbar sebelumnya sesuai penugasan dari BI. Tentu dengan dukungan semua lembaga, pemerintah daerah, dan stakeholder di sini,” katanya.

 

BAGIKAN