Kemdikbud Buka Lowongan Penggiat Kebudayaan, Berikut Syaratnya

Penerimaan Calon Penggiat Budaya. (Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

PadangKita – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemdikbud) buka lowongan pekerjaan Penggiat Kebudayaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Penggiat Budaya, seperti dikutip dari laman http://kebudayaan.kemdikbud.go.id, adalah orang yang ditugaskan Direktorat Jenderal Kebudayaan dalam rangka menyampaikan informasi, mengonsolidasi dan melakukan pencatatan data kebudayaan di daerah-daerah dengan predikat 2T (Terluar dan Terdepan).

Melalui program Penggiat Budaya, diharapkan terjadi penyebarluasan informasi kebudayaan dari pusat ke daerah, dan sebaliknya.

Melalui program ini, masyarakat di daerah 2T diharapkan dapat mengetahui apa saja program dan informasi yang dimiliki Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga dapat bersama-sama menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan yang ada.

Selain itu, masyarakat di daerah 2T tersebut juga dapat menyalurkan informasi budaya melalui para Penggiat Budaya yang ada di daerah tersebut.

Program Penggiat Budaya akan dilaksanakan selama 7 (tujuh) bulan, terhitung mulai Juni hingga Desember 2017. Nantinya, para Penggiat Budaya 2017 akan ditempatkan di 164 kabupaten/kota di seluruh wilayah Indonesia.

Lowongan ini terbuka bagi siapa pun dengan kualifikasi sebagai berikut; pendidikan minimal S1 semua jurusan, IPK 2,75 dari skala 4, pengalaman organisasi di bidang kebudayaan, serta berumur 25-40 tahun per 30 April 2017.

Para pelamar juga dipersyaratkan memiliki telepon pintar (smartphone) dengan fitur GPS, lalu dituntut bisa mengoperasikan komputer.

Selain itu, pelamar juga dituntut memiliki SIM C dan sepeda motor, menjadi peserta BPJS aktif, dan email yang aktif.

Pendaftaran dibuka dari tanggal 10 April hingga 20 April. Untuk lebih lengkap, para peserta Penggiat Budaya yang akan mendaftar, dapat mengunjungi laman http://penggiatbudaya.kemdikbud.go.id.

Selama melakukan pendaftaran program Penggiat Budaya, peserta tidak dikenakan biaya sama sekali.

 

Baca juga:
Penjelasan BMKG Soal Gempa Yang Terasa Kuat di Sumatera Barat