Kantor Go-Jek di Bukittinggi Ditutup, ini Alasannya

Penutupan kantor Go-Jek di Bukittinggi, Senin (11/09/2017). (Foto: Ist)

Padangkita.com – Kantor angkutan online berbasis aplikasi Go-Jek di kota Bukittinggi ditutup. Penutupan ini setelah adanya instruksi dari walikota Ramlan Nurmatias saat demo para supir angkot di balaikota, Senin (11/09/2017) pagi.

Dengan terbitnya instruksi tersebut, pemko bukittinggi meminta Go-Jek untuk menutup kantor dan serta kegiatan di kantor tersebut.

Syafnir, Kasatpol PP kota Bukittinggi menyatakan penutupan kantor Go-Jek ini disebabkan penolakan izin usaha transportasi online itu. Penolakan izin usaha dikeluarkan sejak 4 Agustus silam.

“Ini merupakan tindak lanjut dari tidak diindahkannya penolakan atas izin usaha yang diajukan pihak Go-Jek pada 4 Agustus lalu. Meski izin ditolak, namun kantor Go-Jek ini tetap beroperasi,” katanya kepada wartawan, Senin (11/09/2017).

Sebelumnya, pada Senin pagi (11/09/2017) dan Kamis (10/08/2017) lalu, ratusan supir angkutan kota menggelar mogok massal dan berdemonstrasi di kantor balaikota Bukittinggi.

Mereka menolak kehadiran Go-Jek karena dinilai mengurangi pendapatan mereka. Akibat aksi itu ribuan warga dan pelajar yang ingin berkativitas di wilayah tersebut menjadi terlantar.

Aksi mogok massal dilakukan ratusan supir Angkutan Kota (Angkot) Kota Bukittinggi, juga pernah dilakukan pada Kamis (10/8/2017) silam. Aksi ini sebagai bentuk protes atas kehadiran transportasi berbasis aplikasi, Go-Jek. Akibat aksi ini, akses transportasi publik di Bukittinggi lumpuh.

“Karena ada Go Jek beroperasi di Bukittinggi sudah lebih kurang 200 unit. Ini yang merugikan usaha angkutan umum,“ujar Ketua Organda Bukittinggi, Syafrizal kepada media.

Setelah berorasi, perwakilan supir angkot dan Organda menggelar pertemuan dengan perwakilan DPRD Kota Bukittinggi. Menurut Syafizal, Ketua DPRD berjanji untuk menindaklanjuti aspirasi mereka.

“Anggota DPRD melalui ketuanya pak Beny Yusrial telah menerima aspirasi pengusaha angkutan umum, untuk menghentikan sementara operasi Go Jek di Kota Bukittinggi. Beliau berjanji tadi, akan merekomendasikan kepada pemerintah kota, dalam waktu dekat menutup kantor Go Jek dan menghentikan operasi Go Jek demi keberlangsungan angkutan kota di Bukittinggi” ujar Syafizal usai pertemuan dengan DPRD.

(Aidil Sikumbang)

Baca juga:
Supir Angkot di Padang Demo Minta Go-Jek dan Grab Ditutup