Jumlah Pemudik di BIM Naik 7,43 Persen Tahun Ini

Kunjungan di Bandara (Foto: pixels)

Padangkita.com – Jumlah pemudik di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatra Barat selama periode Idul Fitri tahun ini mengalami peningkatan 7,43 persen.

Jumlah itu meningkat dari tahun lalu sebanyak 217.492 orang melalui 1.512 penerbangan menjadi 233.656 orang dengan 1.521 penerbangan.

“Total selama H-10 hingga H+7 jumlah pemudik mengalami peningkatan 7,43 persen di BIM,” kata Fendrick Sondra, Humas PT Angkasa Pura BIM, Sabtu (9/7/2017).

Ia menuturkan pekan ini jumlah pemudik melalui arus balik di bandara tersebut masih cukup tinggi.

Bahkan, selama Sabtu-Minggu ini merupakan puncak arus balik, karena masih banyaknya perantau Minang yang belum balik setelah mudik lebaran pada pekan sebelumnya.

Fendrick mengatakan tradisi mudik di Padang cukup unik dan berbeda dengan daerah lainnya. Terutama untuk pemudik yang menggunakan jasa transportasi udara.

Umumnya, kata Fendrick, para perantau Minang yang sebagian besar bekerja sebagai pedagang di Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya, pulang kampung selama dua pekan, dan ada pula yang di kampung hingga satu bulan.

Bahkan, pasca lebaran, arus mudik di BIM juga masih tinggi, karena pedagang masih berjualan hingga H-1 lebaran, dan baru mudik setelah Idul Fitri.

“Makanya, karena mereka baru mudik setelah Idul Fitri, jadinya di kampung juga lama,” katanya.

Selain itu, tentu saja karena harga tiket pesawat setelah lebaran lebih murah dibandingkan saat puncak arus mudik pada H-3 hingga H-1 lebaran, sehingga pulang setelah lebaran menjadi pilihan menarik.

Fendrick mengatakan saat ini jumlah penumpang yang balik melalui BIM masih tinggi. Laporan sejumlah maskapai, imbuhnya, tingkat load factor atau keterisian pesawat melebihi 95 persen.

Sementara itu, harga tiket dari Padang menuju Jakarta terbilang masih sangat tinggi, yakni pada kisaran Rp1,3 juta hingga Rp1,7 juta. Padahal normalnya harga tiket hanya di kisaran Rp500.000 hingga Rp1 juta.

 

BAGIKAN