Jasa Pendidikan Alami Pertumbuhan Tertinggi di Sumbar

Peti kemas (Foto: setkab.go.id)

Padangkita.com – Perekonomian Sumatera Barat tahun 2017 tumbuh sebesar 5,29 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar menyatakan pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha.

Sukardi, Kepala BPS Sumbar mengatakan jasa pendidikan merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,94 persen, diikuti oleh penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,76 persen dan informasi dan komunikasi sebesar 8,74 persen.

“Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah jasa pendidikan disusul akomodasi dan makan minum,” katanya di Padang, Selasa (06/01/2018).

Sementara itu, struktur perekonomian Sumatera Barat menurut lapangan usaha tahun 2017 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu: pertanian, kehutanan dan perikanan (23,55 persen); perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor (15,05 persen) dan transportasi dan pergudangan (12,64 persen).

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat tahun 2017, perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor memiliki sumber pertumbuhan tertinggisebesar 1,00 persen, diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 0,84 persen dan dan pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,79 persen.

Pada triwulan IV-2017 ekonomi Sumatera Barat tumbuh 5,37 persen bila dibandingkan triwulan IV-2016 (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha.

“Informasi dan komunikasi merupakan lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggisebesar 11,52 persen, diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 9,95 persen dan jasa pendidikan sebesar 9,68 persen,” lanjutnya.

Struktur perekonomian Sumatera Barat pada triwulan IV-2017didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu: pertanian, kehutanan dan perikanan (23,34 persen); perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor (15,21 persen) dan transportasi dan pergudangan (12,22 persen).

Sumber utama pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat triwulanIV-2017 adalah transportasi
dan pergudangan sebesar 1,13 persen, diikuti perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motorsebesar 1,03 persen dan konstruksi sebesar 0,76 persen.

Ekonomi Sumatera Barat triwulan IV-2017 mengalami pertumbuhan 0,68 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Hal ini didorong oleh tumbuhnya lapangan usaha jasa konstruksi yang tumbuh 4,56 persen, pengadaan listrik dan gas tumbuh sebesar 3,54 dan penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 2,88 persen.

Baca juga:
BRI Terbitkan Kartu Kredit untuk DJPb