Jalur Mudik Sumbar, BPJN III Klaim Kerusakan Hanya di Dua Titik

Longsor di km 185 Pangkalan, ruas Padang – Pekanbaru (Foto: dok padangkita.com)

Padangkita.com – Pemerintah mengklaim jalur mudik lebaran tahun ini di wilayah Sumatera Barat dalam keadaan bagus. Bahkan, jalan buruk diklaim hanya berada di dua titik.

Syaiful Anwar, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) III Sumbar Bengkulu mengatakan secara keseluruhan tidak ada kendala jalur mudik di Sumbar.

Apakah itu, jalur mudik yang menghubungkan Sumbar dengan Provinsi Riau, Sumatra Utara, Jambi, maupun Bengkulu.

“Secara keseluruhan sudah bagus. Yang rusak hanya di KM 185 Pangkalan menuju Riau, dan KM 156 Dharmasraya menuju Jambi,” katanya, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jalan itu amblas sebagian akibat longsor di sisi jalan, karena adanya aktivitas penembangan. Namun, Syaiful memastikan kerusakan jalur itu tidak akan mengganggu pemudik.

Untuk jalur Sumbar – Riau, tim BPJN III menyatakan kondisi jalan yang menghubungkan dua provinsi tersebut dalam kondisi sangat bagus.

Bahkan, sisa material longsoran dan banjir di kawasan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Maret lalu yang sempat membuat akses kedua daerah itu terputus, kini tak berbekas lagi.

Hanya di rute itu, menyisakan satu titik longsor yaitu pada KM 185 yang kini sedang dilakukan penanganan akibat longsor pada 9 Juni 2017 lalu.

Longsor tersebut mengakibatkan tertutupnya satu lajur kendaraan dan hanya menyisakan satu lajur untuk dilalui kendaraan.

Untuk mencegah kemacetan pada titik longsor longsor, BPJN III memasang plat decker untuk menahan timbunan.

“Saat ini progress pekerjaan sedang menunggu pengeringan beton pada plat decker, dan diharapkan pada hari Senin (19/6) sudah dapat dilakukan penimbunan sehingga pada saat kepadatan arus mudik jalan sudah dapat dilalui kendaraan dengan 2 lajur,” katanya.

Begitu juga dengan jalan amblas di Dharmasraya. Perbaikan bertahap dilakukan hingga selesai lebaran.

Ia menjamin arus pengendara dari Jambi menuju Sumbar maupun sebaliknya akan lancar dengan keberadaan jalan yang ada.

 

Baca juga:
Potensi Penerimaan Daerah di Padang Belum Maksimal, Pemeriksa dan Juru Sita Pajak Harus Mumpuni