Jakarta Punya OK-OCE, Padang Punya OK-OC 

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat meluncurkan program OK-OC kemarin di Sekretariat AFTA, Padang. (Foto: Humas Kota Padang)

Padangkita.com – Bila Jakarta bakal punya program OK OCE yang digagas Anies Baswedan – Sandiaga Uno, Padang sudah duluan meluncurkan program OK-OC.

OK-OC merupakan singkatan dari One Kelurahan One Commodity. Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, OK-OC bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan keamanan pangan.

“Kedepan, untuk meningkatkan ketahanan dan keamanan pangan, kita akan memprogramkan satu kelurahan satu komoditi, atau one kelurahan one comodity (OK-OC),” ujar Mahyeldi di Sekretariat DPP IKA Pertanian Unand di Kompleks GOR H. Agus Salim, Padang, kemarin.

Menurut Mahyeldi, di tengah tingginya kebutuhan terhadap ketahanan dan keamanan pangan, Kota Padang dihadapkan pada situasi yang serba terbatas.

Dia menyebut,  lahan produksi pertanian, pasokan kebutuhan pangan yang masih bergantung ke daerah lain.

Selain itu, belum adanya jaminan terhadap kualitas bahan pangan yang dikonsumsi oleh warga.

Untuk itu, sambungnya, Kota Padang memerlukan terobosan baru dan inovasi pertanian.

Saat ini, paparnya, Pemko Padang sedang menggalakkan penanaman cabe di polibag sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi kelangkaan dan mahalnya harga cabe di pasaran.

Disamping itu, penanaman jenis tanaman lain juga perlu digiatkan terus dengan memanfaatkan lahan produktif yang belum dikelola dengan baik.

Lebih lanjut dijelaskan, program OK-OC memanfaatkan pekarangan rumah warga di masing-masing kelurahan untuk ditanami pelbagai jenis tanaman.

Misalnya, warga Padang Baru menanam Sirsak, warga Ampang menanam Pepaya, warga Purus menanam Jambu Biji, warga Alai Parak Kopi menanam Belimbing dan seterusnya, sehingga masing-masing kelurahan mempunyai ciri khas tersendiri.

“Dengan demikian, program OK-OC tersebut juga bisa sebagai penambah daya tarik wisata melalui ekowisata,” tambah Ketua Umum DPP IKA Pertanian Unand tersebut.

Disamping itu, terang Mahyeldi, pembinaan dan pengembangan pertanian ditingkat kawasan juga perlu menjadi perhatian. Seperti, di daerah Lubuk Minturun, yang mana usaha masyarakat semakin berkembang dalam membudidayakan bibit tanaman dan bunga-bungaan.

Daerah Limau Manis yang terkenal dengan buah Manggis, kawasan Taman Hutan Raya Bung Hatta untuk agrowisata, dan masih banyak daerah lain yang sangat berpotensi untuk dikembangkan.

Baca juga:
Ilmuwan Gunakan Dorset untuk Temukan Jejak Kehidupan di Mars

“Kami sangat yakin, pengembangan sektor pertanian yang berbasis perkotaan jika dikemas dengan sebaiknya, pada gilirannya nanti akan memberikan kontribusi terhadap perkembangan perekonomian warga Kota Padang,” tutur Mahyeldi.

Untuk itu, Mahyeldi sangat mengharapkan partisipasi Yayasan AFTA dalam pembangunan Kota Padang khususnya dibidang pertanian, karena masih banyak hal-hal yang belum dapat diselesaikan karena terbatasnya kemampuan yang ada.

“Melalui pameran produk pertanian yang diselenggarakan dalam rangka HUT Yayasan AFTA, kita berharap bisa menjadi salah satu bentuk peran aktif AFTA dalam menciptakan ketahanan dan keamanan pangan di Kota Padang,” tukasnya.