Infused Water Kurma, Minuman Kegemaran Rasulullah

Buah Kurma. (Foto: Ist)

Padangkita.com – Buah kurma adalah makanan yang disunnahkan oleh Rasululullah SAW saat berbuka puasa. Selain dimakan langsung, kurma juga dapat diolah menghasilkan beragam menu olahan kurma, seperti madu kurma, jus kurma, puding kurma, kue kurma, dan lain sebagainya.

Seperti halnya buah-buahan lain, kurma juga bisa dibuat menjadi infused water, sebuah istilah yang dipopulerkan oleh orang barat untuk air putih yang sudah direndamkan beberapa potongan buah-buahan atau herba.

Air rendaman (infused water) kurma ini biasa juga disebut dengan air Nabeez, dan merupakan minuman kesukaan Rasululullah SAW. Dari Aisyah Radhiyallahu anha, menuturkan bahwa:

“Minuman yang paling disukai Rasulullah ialah yang dingin dan manis.” [HR Ahmad 6/38 dan 6/40, HR At Tirmidzi dalam Al Jami’ (1896)]

Nabi merendam beberapa butir kurma di dalam air matang pada wadah bertutup selama 12 jam. Airnya diminum dan buah kurma yang sudah lembut ditelan sekali telan.

Air nabeez merupakan minuman beralkali, yang mampu membantu membuang kelebihan asam pada perut dan memulihkan sistem pencernaan tubuh. Air ini juga bermanfaat untuk menyingkirkan toksin yang berbahaya di dalam tubuh, dalam dengan kata lain berguna sebagai detoks.

Kandungan serat pada Air Nabeez dapat melancarkan proses pencernaan, menajamkan pikiran agar tetap fokus dan tidak mudah lupa. Meminum Air Nabeez merupakan salah satu cara menjaga stamina dan kesehatan tubuh.

Ibnul Qayyim mengungkapkan dalam kitab Zaaduul Ma’ad, jika dua sifat dingin dan manis terhimpun dalam satu minuman, maka akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi tubuh, membantu proses pencernaan dan penyaluran saripati makanan dengan sempurna serta mencairkan dahak, mencuci dan membasmi bibit penyakit di lambung.

Meski manis, mengonsumsi kurma tidak perlu dikhawatirkan, karena kadar gula di dalamnya tidak setinggi gula pasir. Kurma mengandung gula kompleks yang lebih baik.

Selanjutnya, terkait proses pembuatan, ada beberapa hadis yang menyebutkan tentang cara membuat air nabeez ini, salah satunya riwayat dari Imam Muslim yang berbunyi sebagai berikut.

Aisyah pernah ditanya tentang nabeez, kemudian ia memanggil seorang wanita pelayan asal Habasyah. “Bertanyalah kepada wanita ini!” Kata Aisyah. “Karena ia dahulu pernah membuat nabeez untuk Rasulullah SAW,” tambahnya.

Lalu wanita asal Habasyah itu berkata, “Aku pernah membuat nabeez untuk beliau dalam sebuah kantung kulit pada malam hari. Kemudian aku mengikatnya dan menggantungnya. Lalu di pagi harinya beliau SAW meminumnya.”

Dari Aisyah dia berkata, “Kami biasa membuat perasan untuk Rasulullah SAW di dalam air minum yang bertali di atasnya, kami membuat rendaman di pagi hari dan meminumnya di sore hari, atau membuat rendaman di sore hari lalu meminumnya di pagi hari.” (HR Muslim)

Dari keterangan hadits di atas, diperoleh informasi tentang cara membuat air nabeez, yaitu:

  1. Ambil segenggam kurma dalam hitungan ganjil, bisa 3 butir, 5 butir atau sesuai selera (apabila mau lebih manis tentu kurmanya lebih banyak).
  2. Setelah kurma dimasukkan ke dalam gelas, tuangkan air (jumlah air sesuai selera)
  3. Jika kita membuatnya di pagi hari bisa diminum di sore hari atau sebaliknya direndam di sore hari diminum di pagi hari (kurang lebih 8-12 jam). Proses perendaman harus dalam keadaan tertutup rapat.
Baca juga:
Atasi Kenakalan Remaja, Wagub Sumbar Minta Pengawasan Orang Tua Diperketat

Air nabeez tidak boleh lagi diminum setelah tiga hari. Apabila tidak habis dalam tiga hari, Rasulullah membuang air tersebut.

Selain itu, bahan pembuatan air ini tidak boleh dicampur dengan bahan lain. Rasululullah melarang mencampurkan kurma muda dengan kurma yang sudah masak atau mencampur kurma dengan anggur ataupun kismis.