Indonesia Re dan PNM Lakukan Pembinaan Bagi Pembudidaya Ikan di Danau Maninjau

Perwakilan PT Reasuransi Indonesia (tengah) dan Pimpinan PNM cabang Padang Yulia Vitria Yohannes (kiri) menyerahkan program pinjaman lunak bagi pembudidaya ikan di Danau Maninjau. (Foto: Ist)

Padangkita.com – PT Reasuransi Indonesia (Persero) bekerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PMN) memberikan permodalan hingga Rp1 miliar kepada 20 pembidudaya ikan di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, sejak tahun lalu.

Dana itu disalurkan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dalam bentuk pinjaman lunak dengan tenor tiga tahun. Sekaligus, juga memberikan pembinaan dan pelatihan – pelatihan guna meningkatkan produksi dan efisiensi usaha.

“Dengan pelatihan ini diharapkan usaha masyarakat pembudidaya ikan di Danau Maninjau menjadi lebih baik dan berdampak kepada kesejahteraan mereka,” kata Novis Asria, Corporate Secretary Division Head PT Reasuransi Indonesia, Rabu (9/5/2018) lalu.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan binaannya, perusahaan memberikan berbagai pelatihan, termasuk yang teranyar, yaitu pelatihan dengan tema ‘Mengelola Bisnis Budidaya Perikanan Maninjau Yang Baik Untuk Meningkatan Produktivitas Dan Wirausaha Yang Unggul’.

Pelatihan tersebut diikuti 20 mitra binaan yang sudah mendapatkan pembiayaan masing-masing Rp50 juta untuk pengembangan usahanya.

Materi yang diberikan dalam pelatihan itu meliputi, motivasi kelompok, budidaya Gurame Soang, dan praktik budidaya Gurame Soang.

Sementara itu, Pimpinan PNM UlaMM cabang Padang Yulia Vitria Yohannes mengatakan perusahaannya membantu memastikan penyaluran program PKLB sesuai peruntukannya dan pengembalian pinjaman berjalan lancar.

“Sebagai mitra Indonesia Re (PT Reasuransi Indonesia), PNM membantu agar realisasi dari program PKBL ini lebih berkualitas dan tepat sasaran, sehingga target penyaluran tercapai dan pengembalian pinjaman juga lancar,” katanya.

Ia menuturkan BUMN yang konsisten membiayai permodalan usaha mikro dan kecil itu, membantu mulai dari proses seleksi calon mitra, melakukan persiapan sebelum pembiayaan, menyiapkan dan melakukan pelatihan, serta pemantauan pasca pembiayaan hingga akhir program.

Yulia menyebutkan pengembangan budidaya perikanan di Danau Maninjau masih potensial dikembangkan dengan beberapa jenis ikan, mengingat potensi pasarnya yang masih terbuka lebar dan tingkat harga yang menarik.

Selain itu, pembudidaya juga perlu dibina untuk meningkatkan efisiensi usaha dengan pengelolaan yang baik, sehingga berdampak meningkatnya pendapatan untuk kesejahteraan masyarakat. [ril]

Baca juga:
Sestama BKKBN: Penggiat Seni Harus Jadi Motivator Program Kependudukan