Hati-Hati dan Waspada Makan Mi Instan di Padang

Petugas saat penggeledahan di PT PDR di jalan Bypass Ampalu, Senin (12/04/2017). (Foto: Aidil Sikumbang)

Padangkita.com – Pemerintah Kota Padang meminta masyarakat hati-hati dan waspada dalam mengonsumsi mi instan. Hal ini terkait paska penggerebekan gudang distributor mi instan yang telah kadaluarsa beberapa hari lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid menyatakan penemuan mi kadaluarasa dalam jumlah yang cukup besar beberapa waktu lalu sangat meresahkan masyarakat. Petugas berhasil mengamankan mi kadaluarsa yang sudah di bungkus karung sebanyak 195 buah yang berisi 20 kilo setiap karungnya,

Baca juga: Polisi Gerebek Gudang Penjual Mi Kadaluarsa di Padang

“Kepada warga kota Padang, kita minta waspada dan hati-hati mengonsumsi mi instan,” katanya, Kamis (07/12/2017).

Menurutnya, jika masyarakat ingin makan mi instan, tanggal kadaluarsa produk tersebut harus diperhatikan secara seksama. Kemudian periksa juga bungkus atau kemasan mi instan masih baik atau tidak.

Pihaknya juga mengingatkan agar masyarakat tidak membeli mi instan tanpa ada kemasan atau bungkus resmi dari pabrik. Apabila mi instan yang telah terbeli dan terlihat tidak layak untuk dikonsumsi sebaiknya langsung dibuang.

“Dan jika telah dimasak dan akan dimakan terdapat keganjilan dari bentuk dan rasa, sebaiknya jangan dimakan dan langsung dibuang saja,” katanya lagi, dikutip dari humas, Jumat (08/12/2017).

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian Polda Sumbar bersama Balai Besar POM RI Padang, menggeledah gudang PT Padang Distribusindo Raya (PDR), di Jalan Raya Padang Bypass Km 9 Ampalu, Kecamatan Lubeg, Kota Padang. Dari penggeledahan itu, ditemukan adanya mi yang diduga sudah kedaluwarsa yang berjumlah sebanyak 3.900 kilogram mi instan.

Ribuan kilogram mi itu, diduga akan diedarkan ke masyarakat, karena dari penggeledahan tersebut, ratusan karung berisi mi itu ditemukan di gudang penampungan produk yang akan dijual ke masyarakat.

Dirreskrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Margianta mengatakan, penggeledahan distributor mi itu dilakukan setelah adanya Informasi dari masyarakat tentang dugaan adanya pembuatan ulang mi kedaluwarsa kemudian dijual ke masyarakat.

Untuk itu, Polda Sumbar bersama Balai Besar POM RI Padang, melakukan pengecekan ke lokasi dan ditemukan 195 karung berisi mi yang diduga sudah kadaluarsa dengan berat 20 kilogram perkarung.

Menurut pegawai gudang, aktivitas di tempat itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Produk yang diolah berasal dari berbagai daerah di sumbar dan dijual kembali dengan Rp16.000 per 40 keping.

Saat ini petugas gabungan masih terus melakukan penyelidikan termasuk mencari lokasi penjualan dan pedagang lain yang ikut mengolah dan mengedarkan. Pemilik gudang sendiri akan di jerat dengan undang-undang perlindungan konsumen dan undang – undang nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Selain itu, dapat juga dihukum pidana. Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen diatur bahwa pelaku usaha dilarang memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Yang mana untuk makanan dan minuman sudah ada standar keamanan pangan dan mutu pangan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Jadi, jika penjual menjual makanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan dan mutu pangan, maka ia melanggar juga ketentuan dalam UU Perlindungan Konsumen.

Pelaku usaha yang melanggar ketentuan UU Perlindungan Konsumen tersebut, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.

BAGIKAN