Gubernur: Sumbar Lumbung Energi Hijau Nasional

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (Foto: AIdil Sikumbang).

Padangkita.com – Pemerintah Sumbar ditahun 2017 telah menyusun dan merampungkan Rencana Umum Ketenaga Listrikan Daerah (RUKD) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED). Targetnya adalah 100 persen Rasio Elekttrikasi Sumbar akan tuntas pada tahun 2021, dan Rasio Desa Berlistrik akan mencapai 100 persen tahun 2019.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menyampaikan Sumatera Barat sesuai asas kelestarian fungsi lingkungan dan Sumatera Barat sebagai lumbung energi hijau yang telah ditetapkan dalam Rencama Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016 – 2021.

Menurutnya, pemprov Sumbar mengalokasikan dana pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersumber energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Tenaga Surya (PLTS) pada tiap tahun.

“Saat ini telah dibangun 160 PLTMH dengan kapasitas terpasang 2,98 MW yang menerangi 13.319 rumah dipedesaan dan PLTS terpusat senbanyak 34 unit dengan kapasitas 1,6 MWp menerangi 5.975 rumah di pedesaan yang tersebar di kabupaten /kota se Sumatera Barat,” ungkap Irwan Prayitno dikutip humas, Rabu (14/02/2018).

Gubernur Irwan Prayitno juga mengatakan masalah yang belum teraktual saat ini adalah data. Pihaknya berharap dengan penandatangan MoU saat dengan Balitbang ESDM dapat memberikan dan menemukan data yang harus diangkat melalui bahan penelitian untuk bahan investasi daerah.

Pemprov Sumbar berharap Balitbang ESDM sebagai lembaga yang memiliki kemampuan dalam penelitian dan pengembangan serta rekayasa teknologi, pengkajian dan survei energi dan sumber daya mineral. selain itu juga dapat melakukan akserelasi tugas-tugas kekhususnya dibidang energi dan sumber daya mineral.

Kepala Balitbang Kementerian ESDM, Sudias Toto menyampaikan, mendukung pembangunan ekonomi Sumatera Barat sesuai potensi energi terbarukan yang miliki.

Saat ini sesuai arahan menteri ESDam semua Puslitbang yang ada dilingkungan Badan Litbang ESDM telah menyandang status BLU. Dengan BLU diharapkan Balitbang dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat dengan antara lain meningkatkan
ketersediaan listrik khusus energy bersih dan berkelanjutan serta mampu memberikan jawab teknologi yang diperlukan masyarakat.

“BLU Balintang ESDM sedang melakukan kerjasama dengan Unand untuk mengembangkan potensi PLTMH, sejak Juli 2017 dilingkungan kampus Unad dengan kapasitas terpasang 400 kW. Ini akan menjadi laboratorium dalam melakukan riset yang terkait dengan pembangkit tenaga listrik dari air yang diharapkan Unand dapat melahitkan insiyur-insiyur atau pebisnis pembangkit listrik yang tangguh,” ujar Toto.

Dalam rapat ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) adalah salah satu solusi untuk mendapatkan bagaimana kita bisa mewujudkan tenaga listrik yang cukup baik di Sumatera Barat.