Film “HOAX” Karya Putra Dharmasraya Viral di Medsos

Padangkita.com  – Film pendek berdurasi tujuh menit sepuluh detik, dengan cepat viral di sejumlah media sosial (medsos).

Film berjudul “HOAX” itu diunggah pertamakali oleh akun Facebook Sutan Riska Tuangku Kerajaan,SE pada Sabtu, 19 Agustus 2017, pukul 00.39 Wib. Hanya dalam 20 jam diluncurkan di dunia maya, sudah ditonton sebanyak 1,3 juta kali. Sebuah capaian yang cukup fenomenal.

“Pembelajaran yg sangat bagus,” tulis akun Leni Yarti mengkomentari video di Akun Sutan Riska Tuanku Kerajaan, SE.

“Mantap bersama kita lawan hoax….,” tulis akun Muhammad Dani.

Seperti cepat viralnya video itu, seperti itu pulalah menyebarnya berita tentang tokoh David, yang dituduh sebagai pengedar narkoba. Berawal dari bisik-bisik tetangga, yang kemudian tersebar ke seluruh warga, melalui akun medsos tetangganya.

David yang di ending diketahui sebagai penjual rendang online, akhirnya diusir warga yang tersulut amarah. Ia harus meninggalkan kampung, hanya karena sebuah informasi di medsos yang tanpa konfirmasi, belum teruji kebenarannya atau yang kini dikenal dengan istilah hoax.

Menurut sutradara sekaligus penulis naskah, Arjuna Nusantara, “HOAX” sengaja dihadirkan untuk memperlihatkan dampak penggunaan medsos di masyarakat, yang semakin hari semakin tak terkendali. Selain juga menampilkan sisi positif ber-medsos, terutama dalam menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan. Pesan ini juga disampaikan tokoh David yang berupaya mengumpulkan bantuan untuk korban kebakaran melalui unggahan di akun medsosnya.

“Kita ingin menggambarkan dua sisi dampak medsos. Pertama untuk menyebar hoax, dan disisi lain medsos juga bisa digunakan untuk membantu orang yang membutuhkan,” ujar Arjuna kepada Padangkita.com melalui wawancara via medsos, Sabtu (19/7/2017.

Arjuna berharap, film pendek karyanya itu mampu berperan untuk membasmi “tradisi” hoax di tengah masyarakat, yang menurutnya bahkan telah merenggut korban jiwa, maupun terjerat pidana. Ia memberi contoh tentang tewasnya Zoya, tukang servis elektronik yang dibakar massa di Jawa Barat, karena dituduh mencuri. Saat ini kasusnya masih ditangani kepolisian setempat.

“Film ini sebenarnya kami dedikasikan untuk almarhum Zoya, korban yang dibakar oleh warga karena dituduh maling amplifier. Secara umum, tentu film pendek ini adalah bagian dari dakwah kami agar selalu menyebarkan nilai-nilai kebaikan,” ungkap pemuda asal Kabupaten Dharmasraya ini.

Meski sudah ditonton jutaan kali, namun film pendek ini ternyata proses produksinya hanya memakan waktu lima hari, dengan dua orang kru produksi. Selain Arjuna yang juga merangkap pilot Drone dan Editor, juga ada Didik Antarikso sebagai juru kamera dan editor. Para pemeran di film pendek ini semuanya adalah warga Dharmasraya, termasuk lokasi shooting juga di kabupaten itu.

Menurut Arjuna, meski hasil produksi anak daerah, namun pesan yang disampaikan merupakan fenomena sosial yang kini berkembang di Indonesia. Film itu menurutnya dibuat atas permintaan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, yang ikut merasa prihatin sekaligus untuk kado di Hari Kemerdekaan Indonesia.

“Ini merupakan permintaan dari Bupati Sutan Riska agar kita memproduksi sebuah film pendek yang mampu mengedukasi warga untuk melawan hoax. Nah, momen 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan dianggap waktu yang tepat, makanya dibagian penutup ada sedikit himbauan dari bupati usai upacara bendera 17 Agustus,” ungkap Arjuna, yang juga mahasiswa baru Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas.

Bagi anda yang ingin menonton film HOAX silakan tonton pada tautan di bawah ini: