Bupati Mentawai Janji Kebut Perluasan Bandara Rokot

Pelantikan Bupati Mentawai terpilih. (Foto: dok. Padangkita.com)

Padangkita.com—Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, mengebut proses pembebasan lahan untuk perluasan Bandara Rokot, di Tuapejat guna meningkatkan akses transportasi daerah terluar itu.

Bupati Kepulauan Mentawai Yuddas Sabaggalet mengatakan, pengembangan Bandara Rokot masih terkendala pembebasan lahan, sehingga perluasan landasan dan kawasan bandara belum dilakukan.

“Sekarang masih proses pembebasan lahan, kami anggarkan Rp4 miliar. Targetnya segera selesai, tahun depan mulai dibangun,” katanya.

Dia mengakui, akses transportasi ke Mentawai dari Padang, ibukota Provinsi Sumbar masih terbatas dengan masih terbatasnya kapasitas bandara yang dimiliki daerah itu.

Padahal, angkutan udara yang refresentatif diperlukan guna memudahkan akses Mentawai ke luar daerah maupun sebaliknya.

Saat ini, angkutan utama Padang – Mentawai masih melalui jalur laut. Baik dengan menggunakan kapal cepat dengan waktu tempuh 3,5 jam, dan kapal penumpang dan barang dengan waktu tempuh hampir 12 jam.

Untuk angkutan udara dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ke Bandara Rokot, Tuapejat, Pulau Sipora hanya mampu menampung pesawat kecil jenis Cassa C212/200 dengan penerbangan dua kali seminggu.

Wakil Gubernur Nasrul Abit mengatakan pemerintah provinsi sudah mengajukan pembangunan Bandara Rokot ke Kementerian Perhubungan. Bahkan, pemerintah menyatakan prioritasnya, asal daerah menyelesaikan proses pembebasan lahan.

“Prosesnya masih pembebasan lahan, saya pantau terus. Harapannya pemda mengawal ini dengan baik, sehingga tahun depan sudah bisa dimulai pembangunannya,” ujar Nasrul.

Menurutnya, jika kapasitas bandara besar, maka Mentawai bisa didarati pesawat dengan ukuran besar. Tidak hanya dari Padang, bahkan juga bisa dibuka penerbangan langsung ke Jakarta.

Adapun, perluasan Bandara Rokot, Tuapejat di Pulau Sipora membutuhkan lahan 120 hektare dengan 80 hektare masih perlu pembebasan.

Landasan bandara yang dibangun pada 1980 itu hanya memiliki panjang 900 meter dan lebar 23 meter, sehingga tidak mampu menampung pesawat dengan ukuran besar.

Perluasan bandara tersebut direncanakan menambah panjang landasan hingga 1.600 meter dan lebar 30 meter, serta melengkapi fasilitas umum di bandara, mulai dari fasilitas penerbangan hingga fasilitas penumpang.