Diduga Mengandung Cacing, Ikan Sarden Kaleng di Bukittinggi Disegel

Padangkita.com – Sebagai tindak lanjut beredarnya 27 merk ikan sarden kemasan yang mengandung parasit cacing oleh BPOM RI, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Senin (02/04/2018), menyisir sejumlah swalayan dan minimarket di Kota Bukittinggi untuk memeriksa peredaran dan menyegel ikan sarden kemasan yang berbahaya itu.

Kepala BBPOM Padang Martin Suhendri mengatakan, ke 27 merk ikan sarden kemasan mengandung parasit cacing itu, 16 diantaranya merupakan produk impor dan 11 merek produk dalam negeri.

“Dalam hal ini pihak BBPOM Padang tidak melakukan penyitaan produk sarden kemasan. Namun, temuan yang didapat di sejumlah swalayan itu akan diminta untuk dimasukkan ke gudang, lalu diberi label segel oleh BPOM dan dilarang untuk diedarkan lagi,” jelasnya.

Pihak BBPOM Padang sambung Martin Suhendri, memberikan kesempatan kepada penjual untuk mengembalikan produk yang kami segel itu kepada penyuplai ataupun distributor mereka, yang penting diamankan dulu dari jangkauan masyarakat, sehingga tidak menjadi korban saat mengkonsumsi sarden kemasan ini.

“Tidak seluruhnya atau 27 merek temuan BPOM RI beredar di Sumatera Barat, sesuai dengan pengambilan sampel yang telah dilakukan pada beberapa Kabupaten dan Kota, ada beberapa yang sesuai dengan kode produksi yang dinyatakan mengandung cacing oleh BPOM Pusat, namun ada juga yang tidak mengandung bahan tersebut,” terangnya.

Menurut Martin Suhendri, sedikitnya ada 5 merek produk ikan sarden kemasan yang banyak beredar di Sumbar dan terindikasi mengandung cacing. Produk itu antara lain, Merk Botan Ikan Makarel Saus Tomat, ABT Ikan Makarel Saus Tomat, Nago Ikan Makarel Saus Tomat serta Ranesa Ikan Makarel Saus Tomat dan jenis Ikan Makarel Saus Cabai.

“Terait peredaran sarden kemasan itu sambung Martin Suhendri, pihak BBPOM Padang mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dalam berbelanja terutama dalam memilih ikan sarden yang layak untuk dikonsumsi,” tuturnya.

Sesuai semboyan kami tambah Martin Suhendri, ingat Cek “KLIK”. Yaitu periksa kemasan, label, izin Edar dan tanggal kedaluwarsa. Pastikan juga kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, dan pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI. Jika masyarakat masih ragu, dapat berkonsultasi dengan petugas kami melalui layanan telepon.

Baca juga:
Tarawih Perdana, Masjid di Padang Sesak

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Bukittinggi Alizar mengatakan, di beberapa daerah termasuk di Sumatera Barat dan khususnya di Bukittinggi juga beredar ikan sarden kemasan kaleng yang terindikasi mengandung parasit cacing ini, dan kegiatan BBPOM Padang ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang disampaikan sebelumnya.

“Ikan sarden kemasan kaleng yang mengandung parasit cacing ini hari ini ditarik kembali dari peredaran dengan cara menyegel, sehingga tidak lagi beredar di Kota Bukittinggi, dengan tujuan konsumen terlindungi, dan sarden yang diamankan ini memiliki kode produksi tertentu, sesuai dengan hasil yang telah ditemukan BPOM RI sebelumnya,” ulas Alizar.

Menurut Alizar, sebelumnya beberapa swalayan dan toko yang menjual sarden kemasan kaleng ini telah didatangi, dan cukup banyak ditemukan yang bermerk Makarel, IO, dan HOKI, maka dari itu diminta pada masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas, dengan lebih hati-hati memilih apa yang akan dikonsumsi, akan lebih baik membeli produk lokal yang lebih baik, halal, higienis, terjamin, dan layak dikonsumsi, dari pada produk impor yang jelas membahayakan kesehatan.

“Terkait masalah sarden kemasan kaleng, saat ini 2.235 produk sejenis telah ditarik dari pasaran di Sumatera Barat, dan selanjutnya produk ini akan diteliti lebih lanjut oleh BBPOM Padang, dan diharapkan seluruh produk ini nantinya juga ditarik, dan kepada swalayan dan toko juga harus waspada, untuk tidak lagi membeli produk sarden kemasan kaleng itu,” jelasnya.

(Guspra Koto)