Diduga Lecehkan Sejumlah Murid SD, 2 Satpam di Padang Dipecat

Ilustrasi Pedofilia (foto: ist)

Padangkita.com – Dua petugas Satuan pengamanan (Satpam) sebuah Sekolah Dasar di kota Padang dipecat oleh pihak sekolah, Jumat (20/10/2017). Pemecatan dilakukan sekolah menindaklanjuti laporan sejumlah orang tua siswa, tentang dugaan pelecehan seksual yang dialami anak mereka.

Dua petugas yang dipecat karena diduga melakukan pelecehan terhadap puluhan murid tersebut berisinial TM dan RC.

Kepala SD tersebut, Rabial mengatakan bahwa pemecatan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan wali murid yang mengaku anak-anaknya diperlakukan tidak senonoh oleh terduga pelaku.

“Menindaklanjuti persoalan yang memang dilaporkan oleh wali murid. Ada keresahan dari wali murid terhadap isu yang katanya kurang mengenakkan bagi anak-anak,” ujar Rabial kepada awak media, Jumat sore.

Ia menambahkan perbuatan yang diduga dilakukan kedua satpam itu telah menyalahi aturan sekolah dan harus diberikan tindakan yang tegas.

Rabial menjelaskan berdasarkan pengakuan kedua terduga pelaku menyatakan bahwa  mereka tidak bermaksud melakukan pelecehan terhadap para siswa tersebut.

“Cuma gurauan itu timbulkan yang tidak enak. Karena gurauan orang dewasa kan beda. Dan memang tidak bagus, sehingga dalam hal ini sekolah dan yayasan ambil keputusan untuk hal yang kurnag kondusif itu kami, yang bersangkutan kami berhentikan,” Rabial menambahkan.

Meski terungkap ada pelecehan berdasarkan pengakuan dua satpamnya, namun pengelola SD enggan melaporkan tindakan tersebut kepada polisi.

Menurut Rabial, mereka hanya berwenang menerapkan aturan sekolah dan sesuai kontrak kerja.

“Kalau ke polisi kan ranah pidana ya, Itu bukan ranah kami lagi. Ranah kami adalah aturan dari sekolah. Ada peraturan, setiap pegawai,” ujarnya.

Terungkapnya dugaan pelecehan terhadap anak tersebut setelah sejumlah wali murid melapor kepada wali kelas, tentang pelecehan yang dialami anak mereka.

“Ada lah. Ini yang lapor ya. Korban ada lima,” ujar Rabial.

Kepala sekolah yang telah menjabat tiga tahun di SD itu juga mengakui adanya informasi pelecehan telah terjadi sejak dua tahun lalu. Namun ia berkilah tidak menanggapi karena tidak ada laporan.

Hingga saat ini pihak sekolah belum bisa memastikan bentuk pelecehan seksual yang dialami korban, namun dugaan sementara, dua satpam tersebut memegang bagian tubuh terlarang murid.

Baca juga:
Pasca Penyerangan Mapolda Surabaya dan Riau, Polres Pasbar Tingkatkan Pengamanan Mako

Menanggapi adanya informasi dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah murid SD, Direktur Women Crisis Center (WCC) Nurani Perempuan, Yefri Heriani mendesak pihak SD melapor ke polisi. Menurutnya, aksi itu tidak bisa hanya dihukum pemecatan saja.

“Kita mendorong tanggungjawab sekolah. Memastikan perlindungan dan pemulihan anak korban. Kemudian pelaporan ke polisi juga seharusnya menjadi tanggung jawab sekolah, krn tindak pelecehan terjadi di sekolah,” ujarnya kepada Padangkita, Jumat (20/10/2017) malam.

Ia juga mengingatkan agar semua pihak menjaga kerahasiaan identitas korban, serta meminta sekolah untuk tidak menyerahkan tanggung jawab kepada orang tua.

WCC Nurani Perempuan yang selama ini konsern terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, menyatakan siap untuk melakukan pemdampingan.

(Aidil Sikumbang)