Diblokade Hampir 10 Jam, Jalur Pelabuhan Teluk Bayur – BIM Kembali Lancar

Petugas kebersihan membersihkan sisa-sisa pembakaran ban yang dilakukan oleh warga, rabu (13/12/2017) di kawasan Bypass Padang. (Foto: Aidil Sikumbang)

Padangkita.com – Jalan Bypass yang menghubungkan Pelabuhan Teluk Bayur dan Bandara Internasional Minangkabau akhirnya bisa kembali diakses. Warga akhirnya membuka blokade jalan setelah lebih sepuluh jam lumpuh diblokir.

Blokade yang dilakukan oleh warga dengan membakar sejumlah ban bekas menyisakan sejumlah sampah dan abu sisa pembakaran. Petugas kebersihan dari Pemko Padang sejak pukul setengah tujuh pagi  berupaya membersihkan sisa ban bekas yang di bakar warga.

Baca juga: Dua Warga Ditahan, Massa Blokir Jalan Byapass Padang

Petugas kebersihan, Ari Chaniago mengatakan pembersihan sulit dilakukan karena sisa pembakaran masih mengeluarkan hawa panas.  Kendaraan yang datang dari dua arah harus berhati – hati melintas karena sesekali api masih hidup dari tumpukan sisa pembakaran.

“Kami bersihkan sejak pagi. Di jalan masih ada sisa-sisa pembakaran ban yang dilakukan tadi malam,” katanya kepada padangkita.com, Kamis (14/12/2017).

Pemblokiran sebelumnya dilakukan ribuan warga dari 4 kelurahan rabu malam, (13/12/2017). Mereka menuntut dibebaskannya dua warga yang sebelumnya ditangkap Polresta Padang  karena diduga melakukan perusakan di atas lahan sengketa.

Warga baru membubarkan diri kamis dinihari (14/12/2017) setelah mengetahui dua warga yang ditahan dibebaskan karena adanya jaminan dari Walikota Padang.

Sengketa lahan seluas 765 hektar yang berada di empat kelurahan di tiga kecamatan terjadi antara ribuan warga dengan seseorang yang mengklaim sebagai pemilik lahan yang sah di atas lahan bersengketa bermukim sekitar empat puluh ribu kepala keluarga.

Ribuan warga Kota Padang memblokir jalan By pass yang menghubungkan pelabuhan Teluk Bayur dengan Bandara Internasional Minangkabau. Massa membakar ban bekas di tengah jalan sebagai buntut penangkapan dua warga. Mereka ditangkap terkait
sengketa lahan seluas 765 hektar yang mengancam keberadaan 40 ribu kepala keluarga.

Tokoh masyarakat Iswandi Mukhtar mengatakan aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas dari dan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi terganggu. Dirinya menjelaskan bahwa aksi tersebut disebabkan persoalan sengketa lahan yang terjadi.

“Pemblokiran berlangsung di kawasan By Pass Air Pacah, hanya 200 meter dari kantor balaikota padang,” katanya kepada wartawan, Kamis (14/12/2017).

Baca juga:
Penyebab Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Menurut Menkeu

Akibat aksi kendaraan yang datang dari dua arah tidak bisa melintas dan terpaksa dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.

(Aidil Sikumbang)