Desa Wisata Jalan Entaskan Kemiskinan

Panitia Rembuk Nasional 2017 bekerja sama dengan Universitas Andalah menggelar Rembuk Daerah dengan tema
“Membangun Desa Berbasis Wisata, Budaya, dan Ekonomi Kreatif”, Sabtu (14/10/2017). (Foto: Aidil Sikumbang)

Padangkita.com – Panitia Rembuk Nasional 2017 bekerja sama dengan Universitas Andalah menggelar Rembuk Daerah dengan tema “Membangun Desa Berbasis Wisata, Budaya, dan Ekonomi Kreatif”, Sabtu (14/10/2017).

Ketua Bidang Rembuk 11, Irfan Wahid mengatakan tema tersebut diambil karena ‘Membangun Indonesia dari Pinggiran dan Memperkuat Daerah dan Desa’ yang diangkat adalah janji kampanye dan agenda prioritas pemerintahan Jokowi-JK yang harus
ditelaah sejauh mana pelaksanaannya setelah 3 tahun masa pemerintahan.

Selain itu menurutnya, sektor wisata merupakan penyumbang devisa negara terbesar kedua, yang saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah.

“Wisata merupakan salah pemasok devisa terbesar di Indonesia dan saat ini jadi fokus bagi pemerintah,” katanya di Padang, Sabtu (14/10/2017).

Menurutnya, desa wisata dapat menjadi salah satu jalan untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, memperkecil kesenjangan, dan membuka lapangan pekerjaan. karena dengan membangun desa wisata, akan ikut membuat desa mandiri.

“Selain itu juga bisa membuka pintu perekonomian di desa ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Untuk itu juga dibutuhkan peran serta industri kreatif dan UMKM. Kolaborasi yang baik akan membuat puluhan ribu desa yang ada di Indonesia akan semakin maju.

Rembuk kali ini menghadirkan para pakar, akademisi, praktisi, dan profesional. Selain itu juga mengundang perwakilan wali nagari dari berbagai wilayah di Sumatera Barat.

Hasil rembuk ini nantinya akan dikompilasikan dengan dengan yang lain dan akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo pada acara rembuk nasional yang akan diselenggarakan pada 23 Oktober 2017 mendatang.

Ketua Panitia Rembuk Nasional Firdaus Ali mengatakan, rembuk nasional kali ini berkonsep mengumpulkan masukan dari bawah, kemudian dikaji bersama dan menjadi masukan untuk pemerintah.

Firdaus menjelaskan, Rembuk Nasional akan didahului dengan rembuk daerah yang dilaksanakan di 16 universitas negeri dari berbagai daerah. Setiap kampus akan membahas tema berbeda sesuai karakteristik daerah kampus yang ada.

Rembuk Nasional ini akan melahirkan rekomendasi berbentuk tabel. Tabel ini berdasarkan pada empat aspek yakni Nawacita, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Kerja Pemerintah (RKP), dan Rencana Strategi (Renstra) di
kementerian, lembaga, serta capaian pemerintah hingga September 2017.

Baca juga:
Program Kota Tanpa Kumuh di Padang dapat Dukungan Penuh dari Masyarakat

Keempat aspek tersebut, kata Firdaus, akan dibagi menjadi kategori nilai A sampai D, tergantung capaian yang telah diraih pemerintah. Kategori A merupakan program pemerintah yang tercapai sesuai terget, bahkan lebih cepat dari target.